Cari Blog Ini

Kamis, 23 Juni 2016

"Zaman Edan" Franky Sahilatua

Franky Sahilatua (Foto Alex Palit)
Masih dari "Gus Dur dan Budaya Musik Protes", saya diingatkan kembali dengan lagu "Zaman Edan" karya penyanyi balada Franky Sahilatua. Di sini saya tidak ingin mengomentari apakah ini sudah zamannya yaitu zaman edan, di mana orang untuk memenuhi hasrat duniawinya sudah pada main sikut-sikutan atau penghalalan cara-cara sejenis lainnya demi mengejar ambisi kedudukan, kuasa, dan jabatan, untuk mendapatkan pesugihan.
Di mana praktik untuk mendapatkan pesugihan tidak lagi dilakukan di tempat-tempat yang dianggap keramat, kini beralih ke gedung-gedung elitis yang megah, seperti di gedung DPR, birokrasi pemerintahan.

Tempat-tempat inilah yang kini diburu sebagai tempat untuk mendapatkan pesugihan, di balik kedok atas nama sebagai wakil rakyat, pejabat negara atas nama sebagai pelayan masyarakat.
Wis zamane, orang sudah lupa dan melupakan sumpahnya sendiri.
Wis zamane, zaman edan; yen ora edan ora keduman, kalau tidak ikut gila tidak kebagian...!!!
Soal fenomena zaman edan ini sempat jadi amatan penyanyi balada Franky Sahilatua yang kemudian dijadikan nyanyian juga dengan judul “Zaman Edan”;

Otak kotor hati culas
Sikat sana sikat sini
Korbannya tak peduli
Gigi-gigi semakin tajam
Mata-mata semakin merah
Demi nama demi harta
Dunia semakin panas
Godaan semakin banyak
Janganlah terbawa gila
Telah banyak cerita gila
Haruskah kita gila juga
Bumi semakin tua
Semakin panas
Semakin gila

Zaman edan, zaman edan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar