Cari Blog Ini

Minggu, 26 Juni 2016

Musik dan Kesadaran Kritis

WR Supratman (foto Ist.)
                Sebagaimana dikatakan filsuf Herbert Marcuse, musik memang tidak dapat mengubah dunia, tetapi musik mampu menyumbangkan satu perubahan kesadaran manusia. Dan pada gilirannya, manusia inilah yang mampu mengubah dunia. Membangun kesadaran kritis inilah menjadi landasan tanggungjawab moral seniman dalam proses berkarya, disamping kejujuran. Jujur dalam berkarya.

                Begitupun halnya sebuah lagu tidak akan mampu mengubah suatu keadaan, tapi setidaknya lewat nyanyian-nyanyian yang disuarakan diharapkan mampu membangunkan kesinambungan kesadaran kritis audien pendengarnya. Dan pada akhirnya, kebangunan kesadaran kritis mereka inilah yang mampu bergerak mengubahnya.
                Karena pada dasarnya sebuah karya musik (lagu) bukan terhenti sebagai pengalaman bathin atau luapan ekspresi jiwa personal sang pencipta lagu, tapi pada gilirannya juga bisa berkembang menggugah imajimasi, khayalan, fantasi, yang pada akhirnya mampu menjadi inspirasi yang dapat membangunkan, membangkitkan kesadaran pendengarnya, penikmatnya, yang mana dalam diri setiap manusia punya potensi berpikir dialektis. Kesadaran inilah yang pada akhirnya berkembang  sebagai gerak dialektis.

                Tinggal bagaimana kita memaknainya. Karena bukan tidak mungkin daripadanya mengajarkan banyak hal kepada kita. Termasuk bagaimana kita menempatkannya dan menghidupinya di tengah dinamika kehidupan dalam menandai perkembangan zaman. (lex) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar