![]() |
| WR Supratman (foto Ist.) |
Sebagaimana
dikatakan filsuf Herbert Marcuse, musik memang tidak dapat mengubah dunia,
tetapi musik mampu menyumbangkan satu perubahan kesadaran manusia. Dan pada
gilirannya, manusia inilah yang mampu mengubah dunia. Membangun kesadaran
kritis inilah menjadi landasan tanggungjawab moral seniman dalam proses berkarya, disamping kejujuran. Jujur dalam berkarya.
Begitupun
halnya sebuah lagu tidak akan mampu mengubah suatu keadaan, tapi setidaknya
lewat nyanyian-nyanyian yang disuarakan diharapkan mampu membangunkan
kesinambungan kesadaran kritis audien pendengarnya. Dan pada akhirnya,
kebangunan kesadaran kritis mereka inilah yang mampu bergerak mengubahnya.
Karena
pada dasarnya sebuah karya musik (lagu) bukan terhenti sebagai pengalaman
bathin atau luapan ekspresi jiwa personal sang pencipta lagu, tapi pada
gilirannya juga bisa berkembang menggugah imajimasi, khayalan, fantasi, yang
pada akhirnya mampu menjadi inspirasi yang dapat membangunkan, membangkitkan
kesadaran pendengarnya, penikmatnya, yang mana dalam diri setiap manusia punya
potensi berpikir dialektis. Kesadaran inilah yang pada akhirnya berkembang sebagai gerak dialektis.
Tinggal
bagaimana kita memaknainya. Karena bukan tidak mungkin daripadanya mengajarkan
banyak hal kepada kita. Termasuk bagaimana kita menempatkannya dan menghidupinya
di tengah dinamika kehidupan dalam menandai perkembangan zaman. (lex)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar