Cari Blog Ini

Selasa, 21 Juni 2016

Musik dan Strategi Kebudayaan (2)

WR Supratman (Foto Ist)
Dalam sarasehan budaya bertajuk "Dinamika Kebudayaan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara", diantaranya menghadirkan pembicara sosiolog Ignas Kleden dan Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama. Dikatakan oleh Ignas Kleden bahwa selama ini kebudayaan masih kerap dipahami secara ontologis.
Dalam konteks ini, kebudayaan dan perkembangannya dilihat sebagai sesuatu yang berjalan sendiri sesuai hakikatnya, bukan dibuat oleh manusia tetapi hadir begitu saja sebagai rujukan yang harus diikuti oleh pendukung kebudayaan.
Padahal dalam
konsep kebudayaan justru sebaliknya, bahwa kebudayaan juga dibentuk oleh pendukungnya. Keadaan masyarakat menjadi acuan pembentukan kebudayaan dan dapat mempengaruhi kebudayaan itu. Kebudayaan dibuat oleh manusia secara bersama-sama melalui interaksi sosial. Oleh karena itu suatu politik kebudayaan hanya mungkin dilakukan jika berangkat dari asumsi dasar bahwa kebudayaan itu diproduksi oleh manusia dan melalui konstruksi sosial.
Sedang Jakob Oetama mengatakan bahwa dinamika perkembangan kebudayaan senantiasa berinteraksi dengan  perkembangan politik, ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sini budaya dapat dalam artian sikap dasar, falsafah, orentasi nilai, atau hal-hal praksis seperti prilaku dan perbuatan sehari-hari. Budaya dalam artian praksis tak kalah aktual untuk dijadikan bahan pemikiran dan komitmen bersama. Tekanan atau orentasi tidak selalu kepada masa lalu juga masa depan. Nilai-nilai tradisi yang telah dimiliki bangsa Indonesia perlu terus diuji dan disesuaikan relevansinya dengan kondisi aktual. Kita harus pandai mengamati dan menangkap perubahan tersebut. Mengingat bahwa kebudayaan bukanlah sesuatu yang statis ia terus bergerak dinamis mencari bentuk yang dianggap ideal oleh pendukungnya.
Dari pendapat tersebut menunjukkan bahwa strategi kebudayaan tidak bisa dilepaskan dari perkembangan dinamika masyarakat yang bersangkutan. Karena mustahil manusia bisa dipisahkan dari dinamika budaya yang berkembang di masyarakatnya. Manusia dan masyarakat berkembang melalui proses pengembangan budayanya. Begitupun tinggi rendahnya kualitas dari hasil dinamika budaya akan tercermin pada tinggi rendahnya kualitas manusia dan masyarakatnya.


Alex Palit, citizen jurnalis “Jaringan Pewarta Independen”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar