![]() |
| WR Supratman (Foto Ist) |
Dalam
sarasehan budaya bertajuk "Dinamika Kebudayaan dalam Kehidupan Berbangsa
dan Bernegara", diantaranya menghadirkan pembicara sosiolog Ignas Kleden
dan Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama. Dikatakan oleh Ignas Kleden bahwa
selama ini kebudayaan masih kerap dipahami secara ontologis.
Dalam konteks ini, kebudayaan dan perkembangannya dilihat sebagai sesuatu yang berjalan sendiri sesuai hakikatnya, bukan dibuat oleh manusia tetapi hadir begitu saja sebagai rujukan yang harus diikuti oleh pendukung kebudayaan.
Dalam konteks ini, kebudayaan dan perkembangannya dilihat sebagai sesuatu yang berjalan sendiri sesuai hakikatnya, bukan dibuat oleh manusia tetapi hadir begitu saja sebagai rujukan yang harus diikuti oleh pendukung kebudayaan.
Padahal
dalam
konsep kebudayaan justru sebaliknya, bahwa kebudayaan juga dibentuk oleh
pendukungnya. Keadaan masyarakat menjadi acuan pembentukan kebudayaan dan dapat
mempengaruhi kebudayaan itu. Kebudayaan dibuat oleh manusia secara bersama-sama
melalui interaksi sosial. Oleh karena itu suatu politik kebudayaan hanya
mungkin dilakukan jika berangkat dari asumsi dasar bahwa kebudayaan itu diproduksi oleh
manusia dan melalui konstruksi sosial.
Sedang
Jakob Oetama mengatakan bahwa dinamika perkembangan kebudayaan senantiasa
berinteraksi dengan perkembangan politik, ekonomi, sosial, budaya, ilmu
pengetahuan dan teknologi. Di sini budaya dapat dalam artian sikap dasar,
falsafah, orentasi nilai, atau hal-hal praksis seperti prilaku dan perbuatan
sehari-hari. Budaya dalam artian praksis tak kalah aktual untuk
dijadikan bahan pemikiran dan komitmen bersama. Tekanan atau orentasi tidak
selalu kepada masa lalu juga masa depan. Nilai-nilai tradisi yang telah
dimiliki bangsa Indonesia perlu terus diuji dan disesuaikan relevansinya dengan
kondisi aktual. Kita harus pandai mengamati dan menangkap perubahan tersebut.
Mengingat bahwa kebudayaan bukanlah sesuatu yang statis ia terus bergerak
dinamis mencari bentuk yang dianggap ideal oleh pendukungnya.
Dari pendapat tersebut menunjukkan bahwa strategi kebudayaan tidak bisa
dilepaskan dari perkembangan dinamika masyarakat yang bersangkutan. Karena
mustahil manusia bisa dipisahkan dari dinamika budaya yang berkembang di
masyarakatnya. Manusia dan masyarakat berkembang melalui proses pengembangan
budayanya. Begitupun tinggi rendahnya kualitas dari hasil dinamika budaya akan
tercermin pada tinggi rendahnya kualitas manusia dan masyarakatnya.
Alex Palit,
citizen jurnalis “Jaringan Pewarta Independen”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar