![]() |
| Iwan Fals (Foto Alex Palit) |
Masih dari tulisan “Gus Dur dan Budaya Musik Protes”, saya diingatkan kembali dengan
lagu “Manusia ½ Dewa” – Iwan Fals. Meski
lagu ini dirilis tahun 2004, tapi setidaknya lagu ini masih kontekstual dengan realita
yang ada di hari ini sebagaimana yang tersirat di lagu tersebut;
Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini
Suara yang keluar dari dalam goa
Goa yang penuh lumut kebosanan
Walau hidup adalah permainan
Walau hidup adalah hiburan
Tetapi kami tak mau dipermainkan
Dan kami juga bukan hiburan
Turunkan harga secepatnya,
Berikan kami pekerjaan...
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia ½ dewa
Masalah moral masalah ahkak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhalmu
Peraturan yang sehat yang kami mau
Tegakkan
hukum setegak-tegaknya
Adil
dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau menjadi manusia ½
dewa
Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini
Musik sebagai media komunikasi tak bedanya seperti
bahasa yang bisa bermakna lebih dari sekadar
instrumentasi bunyi di mana didalamnya bisa
mengungkapkan pesan, kritik, atau bahkan berupa harapan. Bahkan tak
jarang di balik pesan dan harapan itu tersembunyi kegelisahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar