![]() |
| Leo Kristi (Foto Endah Sulwesi) |
Tak
ada lagi keindahan, tak ada ada lagi etika dan estetika berpolitik yang
dipertontonkan mereka. Semuanya semu dan penuh basa-basi topeng-topeng
kemunafikan politik.
Tidak tahu, mereka sedang memerankan
lakon apa? Panggung teater politik kini tidak lagi menjadi tontonan yang
menghibur, menyejukan dan menenteramkan, malah sebaliknya. Tak lagi ada
ketauladanan diguguh dan ditiru, dan tak ada lagi jiwa kesatria yang mereka
pegang.
Sebagai pengemban amanah rakyat,
mereka telah lupa diri dengan janji-janji dan sumpahnya. Tak lagi empati dengan
suasana kebathinan rakyat. Kuasa dan jabatan telah membuat mereka menjadi lupa
diri akan amanah itu.
Panggung teater politik yang kita
saksikan di hari ini memang lagi penuh kegaduhan politik, dan tak lagi
menghibur, tak lagi menyejukkan, dan tak lagi menenteramkan hati, justru rakyat
dibuat nyinyir olehnya.
Di mana panggung teater politik di
hari ini lebih menyuguhkan tontonan sebagaimana tersirat di lirik lagu ”Nyanyian Tambur Jalan Komedi Badut Pasar
Malam”, di mana diri seorang pemimpin, di mana diri seorang kesatria? Pada
akhirnya, benarkah saat ini kita sedang mengalami krisis kepemimpinan?!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar