Cari Blog Ini

Rabu, 22 Juni 2016

Sawung Jabo: Sudah Merenungkah Kau Tuan? (2)

Sawung Jabo (Foto Alex Palit)
Dari tulisan “Gus Dur dan Budaya Musik Protes”, saya kembali teringat saat nonton Sawung Jabo & Sirkus Barock saat gelar “Anak Wayang – Belajar Memaknai Hidup” di Graha Bhakti Budaya – Taman Imail Marzuki (TIM ) - Jakarta, beberapa waktu lalu, tetap sarat pesan, perenungan dan kritik sosial. Sebagaimana Jabo katakan, kami punya cara dan bahasa sendiri untuk menyampaikan pendapat yang terlahir dari hasil perenungan kami bersama.
“Kami menyadari hidup semakin kering, asing dan bising, dan kami menolak jadi sinting,” ujarnya.

Dalam pertunjukkan itu, penampilan Jabo tak seperti biasa yang suka petakilan di atas panggung, kali ini ia lebih khusuk, sepanjang pertunjukkan lebih banyak duduk di bangku, lebih mengajak penonton pada suasana berhening diri dan berkontempaltif.
Musik (lagu) itu sendiri tidak sekadar pengharmonisasian instrumentasi bunyi atau asal genjrang-genjreng, musik adalah ekpresi batin didalamnya juga mengandung ekspresi luapan emosional, gagasan, pesan, perenungan, bahkan kritik sosial.
Termasuk pada pilihan lagu kala Jabo menggelar “Anak Wayang”, bagaimana ia memadukan lagu bertemakan perenungan hidup dan kritik sosialnya yang tentunya memiliki nilai kontekstual dengan realita hari ini.
Bahasa musik adalah bahasa yang mengatasi ruang dan waktu. Bahkan dalam waktu tertentu, bahasa musik menemukan nilai realitas kontekstualnya pada saat ini.
Di mana secara kontekstual pesan yang terkandung dalam bahasa musik yang ingin disampaikan langsung terhubung situasi saat ini, termasuk kritik sosial yang ingin disampaikan.
Selain lagu-lagu bertemakan perenungan hidup, salah salah lagu di pagelaran “Anak Wayang” sarat muatan kritik sosial adalah “Sudah Merenungkah Kau Tuan?”.
Yang pasti muatan kritik sosial lagu ini begitu mengena dan sangat kontekstual dengan realita politik di hari ini, “Sudah Merenungkah Kau Tuan?”;

Sudah merenungkah kau tuan?
Sebelum kau tidurkan diri dirimu, jernihkan pikiranmu tuan
Sebelum kau buka mulutmu

Tuan tanyalah pada Tuhan, sebelum kau jatuhkan putusan
Jangan tutup mata, jangan tutup telinga
Jangan pura-pura tidak tahu
Ada yang terluka, ada yang binasa

Oh ya lihatlah
Apa yang sudah terjadi, apa yang sedang terjadi
Apa yang akan terjadi di tanah airku
Matikah nuranimu tuan, tak mampu merasakan cinta
Butakah jiwamu tuan, tak bisa memahami kenyataan...!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar