Orang-orang harus
dibangunkan
Aku bernyanyi menjadi
saksi
Kenyataan harus
dikabarkan
Aku bernyanyi menjadi
saksi...
Seperti
banyak disebutkan filsuf, keindahan sebuah lagu bukan hanya terletak pada
harmonisasi nada, melodi halnya ketika kita dengarkan lagu “Kesaksian”-nya
kelompok musik Kantata Takwa, ciptaan Iwan Fals, Jockie Soeryoprayogo dan
Sawung Jabo, liriknya ditulis budayawan WS Rendra.
Aku mendengar suara
Jerit mahluk terluka
Luka, luka, hidupnya
luka
Orang memanah
rembulan
Burung sirna
sarangnya
Sirna. sirna, hidup
redup
Alam semesta luka
Banyak orang hilang
nafkahnya
Aku bernyanyi menjadi
saksi
Banyak orang dirampas
haknya
Aku bernyanyi menjadi
saksi
Mereka dihinakan
Tanpa daya terbiasa
hidup
Sangsi
Orang-orang harus
dibangunkan
Aku bernyanyi menjadi
saksi
Kenyataan harus
dikabarkan
Aku bernyanyi menjadi
saksi
Lagu ini jeritan jiwa
Hidup bersama harus
dijaga
Lagu ini harapan
sukma
Hidup yang layak
harus dibela
Lewat
lagu yang penuh daya komtempaltif ini, WS Rendra sebagai penulis lirik lagu
mencoba menyampaikan ragam pesan yang didalamnya mengandung kegelisahan,
kerinduan, dan harapan, atau malah beupa kritik sosial atas situasi yang ada
ketika itu.
Lagu
sebagai sebagai media komunikasi tak bedanya seperti bahasa, suatu artikulasi
bunyi yang bermakna lebih dari sekadar instrumentasi bunyi yang didalamnya bisa
mengungkapkan cerita, pesan, gagasan-gagasan, kritik, atau bahkan berupa
pernyataan sikap, soal apapun itu, termasuk politik.
Bahkan
disebutkan secara artikulatif bahwa bahasa lagu dalam cara penyampaian jauh
lebih bisa berbicara, mudah dicernah dan diinterpretasikan.
Bahkan tak jarang bahwa dalam proses penciptaan sebuah lagu
terlahir dari peristiwa politik yang terjadi ketika itu. dan
puitisasi lirik, melainkan pada dialektika bunyi. Pada dialektika bunyi inilah
artikulasi sebuah lagu memancarkan makna dan auranya.
Sementara
dalam wacana seni realisme, keindahan bunyi pada bahasa lagu tidak pula sekadar
terletak pada dialektika bunyi semata, tapi sering pula dikaitkan dengan
persoalan humanisme (kemanusiaan). (alex palit)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar