Cari Blog Ini

Senin, 27 Juni 2016

Bercermin Pada "Cermin" God Bless (1)

Adalah God Bless. Sebagai grup band beraliran rock, God Bless adalah satu-satunya grup musik yang punya komitmen dan konsistensi dalam mengangkat tema kemausiaan yang menghias di setiap albumnya. Spirit ini yang kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dalam komitmen bermusik God Bless, yaitu keberpihakannya terhadap persoalan humanisme (kemanusiaan) sebagaimana banyak diangkat dalam tema sentral lirik lagu-lagunya. 
Komitmen dan konsistensi mengangkat topik humanisme, mulai dari isu kemanusiaan pada umum sampai ke ragam kritik sosialnya menjadi tema sentral lagu-lagu God Bless. Bahkan kalau kita simak dan dicermati banyak di antara tema humanisme lirik lagu-lagu yang disuarakan God Bless masih faktual dan kontekstual merepresentasikan realitas sosial yang sedang kita hadapi saat ini.

Sebagaimana dikatakan Gus Dur, protesnya musik adalah protes budaya, yaitu protes yang mengacu pada suatu keadaan atau kasus-kasus yang ada tanpa harus menuding secara eksplisit kepada siapa pun. Ini pelajaran dari musik protes, tidak menuding siapa pun.

Sebagai bentuk kreativitas seni kehadiran musik protes ini harus menyajikan perspektif jangka panjang. Karena itu apa yang diproteskan dalam musik protes adalah prinsip-prinsip umum dalam yang terjadi dalam realitas kehidupan, misalnya mengkritisi masalah ketidakadilan atau ketimpangan sosial lainnya. Di mana budaya musik protes ini menunjukkan sesuatu yang berjangka panjang, maka musik protes tidak diikat oleh sebuah kasus yang hendak diceritakan di dalam musik itu sendiri. Ini yang membuat musik protes lepas dari ruang dan waktu. Oleh karenanya musik protes ini bisa ditempatkan jauh lebih spesifik lagi tak sekadar hiburan semata. Tinggal bagaimana kita menterjemahkan musik protes sebagai karya kesenian dalam konstelasi politik yang sedang berlangsung. (alex palit)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar