![]() |
| God Bless live in concert (Foto Alex Palit) |
Adalah wajar bila
grup musik yang telah lebih dari 40 tahun malang melintang dan hingga kini
masih eksis berkiprah di panggung musik Indonesia ini dianugerahi bintang
kehormatan dan penghargaan sebagai The Legend.
Sejumlah penghargaan the legend pun telah diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam perjalanan dan perkembangan musik Indonesia.
Sebutan the legend di sini dalam artian bukan semata-mata dilihat dari rentang waktu perjalanan usia grup band bersangkutan mampu mempertahankan diri tetap eksis di pentas musik.
Predikat the legend ini juga bukan semata-mata hanya disimak dari banyaknya jumlah album yang sudah dirilis, atau hanya ditentukan dari nilai komersialisasi omzet penjualan album yang mencapai ratusan ribu sampai di atas sejuta keping kaset laku di pasaran.
Banyak grup band yang dalam masa meniti karirnya berhasil merilis begitu banyak album, bahkan tiap tahun secara kontinyu mengeluarkan album dan menelorkan lagu hits.
Tapi tidak berarti lantas jadi the legend. Karena perjalanan waktulah yang akan menentukan the legend tidaknya.
Sebutan ataupun penganugerahan bintang the legend juga bukan lantaran lagunya masih kerap dinyanyikan dan enak didengar kuping untuk membawa orang dalam dekapan romantisme nostalgia kenangan masa lalu.
Tapi lebih pada bagaimana karya musik yang mereka hasilkan, dimainkan secara musikalitas lagu-lagunya mampu menimbulkan getaran ekspresi batiniah (spritualitas), seperti pengkayaan dan pencerahan jiwa.
Ukuran apakah grup musik atau penyanyi layak disebut the legend memang tidak dapat dibakukan, hanya waktulah yang akan bicara dan menjawab. sejauhmana penerimaan publik terhadap karya-karya musik dari artis bersangkutan mengabadi dan melegenda.
Begitu pula ketika ‘Forum Apresiasi Musik Indonesia’ (Formasi) memberikan penghargaan "Lifetime Achievement - Formasi Awards 2011".
Pertimbangan dipilihnya God Bless sebagai penerima Formasi Awards 2011, bukan semata-mata banyaknya jumlah album yang dirilis, atau pertimbangan komersialisasi omzet jual album tersebut.
Tapi lebih pada pertimbangan visi bermusik mereka yang memiliki komitmen dan konsistensi mengangkat lagu-lagu bertemakan humanisme menjadi tema sentral dalam karya God Bless. Atas dasar itulah Formasi memberi penilaian "Formasi Awards 2011".
Apapun wujudnya apresiasinya yang diberikan kepada God Bless, baik mulai dari penganugerahan the legend, ikon rock Indonesia, dan sebagainya, pada intinya semua itu mengacu atas eksistensi sosok God Bless yang tak terpisahkan dari catatan sejarah perjalanan musik Indonesia itu sendiri.
Di tengah gelombang pasang surut panggung musik rock di negeri ini, pencapaian 42 tahun bukanlah perjalanan waktu yang pendek bagi sebuah grup band untuk tetap bisa bertahan eksis, tetap mumpuni dan tetap berkharisma.
Dan, seperti diungkap sang vokalis Achmad Albar, sebagai grup band legendaris, God Bless bukan lagi milik Achmad Albar, Donny Fattah, Ian Antono atau yang lain, melainkan sudah menjadi milik Indonesia. Sebagai the legend, God Bless adalah aset musik Indonesia.
* Alex
Palit, citizen jurnalis “Jaringan Pewarta Indonesia”, pendiri Forum Apresiasi
Musik Indonesia (Formasi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar