![]() |
| God Bless and You - Rock Humanisme (Foto Alex Palit) |
Keindahan musik bukan hanya terletak
pada permainan harmonisasi nada, melodi, dan lirik, melainkan juga pada
dialektika bunyi. Dalam dialektika bunyi inilah artikulasi sebuah lagu
memancarkan makna dan auranya.
Dalam wacana seni realisme, keindahan
bunyi pada bahasa musik tidak sekadar bermakna simbolik, namun mempresentasikan
narasi atas realitas sosial yang biasanya selalu dikaitkan dengan persoalan
kemanusiaan (humanisme).
Buku ini menyajikan keberpihakan God
Bless pada persoalan kemanusiaan, sebagian tak terpisahkan dari komitmen
bermusik mereka yang telah berusia lebih dari 40 tahun ini.
Konsistensi adalah kata kunci God Bless
dalam menyuarakan nilai-nilai kehidupan mulai dari kritik sosial, politik
hingga religius.
Bahkan banyak di antara lagu-lagu God
Bless bertemakan humanisme masih faktual dan kontekstual dengan realita
kehidupan yang terjadi saat ini.
Dalam hal ini, kedudukan, status, maupun
peran seniman itu sendiri pada hakekatnya tidak ada bedanya dengan ulama, wartawan
atau intelektual. Melalui perannya seniman haruslah berani mewartakan kaidah-kaidah
kebenaran dan mengungkap segala bentuk kepalsuan-kepalsuan yang terjadi di
masyarakat termasuk melawan segala bentuk dehumanisasi.
Konsistensi itu pulalah yang
mencerminkan profesionalitas para personilnya, sehingga God Bless berhasil
menjadi sebuah legenda di belantara musik Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar