![]() |
| Plato (Foto Ist.) |
Dikatakan, masyarakat
yang memandang musik hanya sebagai hiburan melulu, musik hanya sebagai alat bersenang-senang,
serta musik hanya sebagai media umtuk mabuk-mabukan, masyarakat tersebut
pastilah masyarakat bermoral rendah.
Plato menempatkan
musik tidak semata-mata sebagai hiburan, tapi bagaimana musik yang mampu
menyentuh perasaan ini mengandung pedoman-pedoman atau arahan-arahan yang
tertuang di syair ataupun puisi-puisi yang diungkapkan dalam nyanyian.
Plato
juga menekankan perlunya pendidikan musik bukan saja diajarkan sejak dini mulai
usia anak-anak, juga diperkenalkan bagi calon penguasa atau para taruna
sehingga mereka menjadi orang-orang yang
tahu mencintai keindahan.
Karena menurutnya, musik memiliki daya magis
bagi warganegara yang dapat membangkitkan semangat juang dan mendorong
keberanian, serta mengilhami perbuatan gagah berani dan kebaikan. Sifat hiburan
dari musik merupakan pelengkap akal sehat yang berguna untuk menempatkan
manusia di jalan benar.
Plato sangat menentang
terhadap orang-orang memainkan musik yang dapat merusak moral. Musik juga
menanamkan jiwa manusia perasaan halus, budi yang halus sebagai landasan yang
sangat baik untuk menghidupkan rasa keadilan.
Sebagai media
pendidikan musik harus dijauhkan lagu-lagu yang melemahkan jiwa serta mudah
menimbulkan nafsu buruk. (lex)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar