Cari Blog Ini

Selasa, 21 Juni 2016

Musik dan Strategi Kebudayaan (1)

WR Supratman (Foto Ist.)
Dalam perspektif kebudayaan, musik sebagai bagian unsur kesenian dari kebudayaan tidak bisa lepas dari realitas sosial dinamika kehidupan yang berkembang di masyarakat bersangkutan. Sebagai seni, musik tidak lepas dari kehidupan. Bahkan nilai-nilai intrinsik dari sebuah karya musik (lagu) pada skala tertentu merupakan pencerminan yang merepresentasikan gambaran kondisi sosio-kultural yang terkait dengan bidang-bidang kehidupan lainnya, termasuk ketahanan budaya suatu bangsa.
Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa musik mempunyai peran dan pengaruh sangat penting dalam kehidupan manusia, termasuk di bidang kehidupan politik.
Sebagaimana tercatat bahwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak lepas dari peran musik didalamnya. Para seniman pejuang ini dengan spirit kesenimanannya ikut mengawal jalannya perjuangan bangsa lewat lagu-lagunya bernuansa heroik dan patriotik. Adalah saatnya bagi kita untuk merenungkan kembali dan memaknai peran dan fungsi musik tidak sekadar hiburan semata, tapi juga bagaimana mengintegrasikannya dalam karya besar kehidupan kemanusiaan dan kebudayaan.
Sebuah peristiwa budaya yang awalnya dianggap peristiwa budaya semata menjadi gerakan kebudayaan yang membawa pengaruh pada pergeseran orentasi nilai dan gaya hidup yang akhirnya berimplikasi terhadap kehidupan sosial politik. Sementara kita sendiri sudah keasyikan terbuai oleh ekstasi kesadaran semu budaya popular yang mengalir dalam denyut nadi musik pop Indonesia.
Seperti dikatakan Ali Moertopo dalam buku Strategi Kebudayaan, bahwa manusia sebagai inti kebudayaan merupakan sumber dari berbagai kekuatan-kekuatan dalam sejarah. Di mana kebudayaan merupakan perwujudan dari segenap hasil pikiran kemauan serta perasaan manusia dalam rangka perkembangan kepribadiannya. Untuk mewujudkan semua itu dibutuhkan adanya strategi sebagai kekuatan yang berkenaan dengan pendayagunaan segala sumber daya suatu masyarakat, suatu bangsa.
Dengan sendirinya diperlukan adanya sebuah strategi kebudayaan menempatkan kebudayaan sebagai suatu kekuatan. Di mana segala unsur kehidupan dan kemanusiaan sebagai sentral dari proses keberlangsungan dinamika kebudayaan. Strategi kebudayaan pada hakekatnya merupakan strategi perjuangan. Karenanya strategi kebudayaan haruslah menjadi satu pedoman gerakan perjuangan yang melahirkan gerakan-gerakan kebudayaan.


Alex Palit, citizen jurnalis “Jaringan Pewarta Independen”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar