![]() |
| WR Supratman (Foto Ist.) |
Dalam perspektif kebudayaan, musik sebagai bagian unsur kesenian dari
kebudayaan tidak bisa lepas dari realitas sosial dinamika kehidupan yang
berkembang di masyarakat bersangkutan. Sebagai seni, musik tidak lepas dari
kehidupan. Bahkan nilai-nilai intrinsik dari sebuah karya musik (lagu) pada
skala tertentu merupakan pencerminan yang merepresentasikan gambaran kondisi
sosio-kultural yang terkait dengan bidang-bidang kehidupan lainnya, termasuk
ketahanan budaya suatu bangsa.
Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa musik mempunyai peran dan pengaruh
sangat penting dalam kehidupan manusia, termasuk di bidang kehidupan politik.
Sebagaimana
tercatat bahwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak lepas dari peran musik
didalamnya. Para seniman pejuang ini dengan spirit kesenimanannya ikut mengawal
jalannya perjuangan bangsa lewat lagu-lagunya bernuansa heroik dan patriotik.
Adalah saatnya bagi kita untuk merenungkan kembali dan memaknai peran dan
fungsi musik tidak sekadar hiburan semata, tapi juga bagaimana
mengintegrasikannya dalam karya besar kehidupan kemanusiaan dan kebudayaan.
Sebuah
peristiwa budaya yang awalnya dianggap peristiwa budaya semata menjadi gerakan
kebudayaan yang membawa pengaruh pada pergeseran orentasi nilai dan gaya hidup
yang akhirnya berimplikasi terhadap kehidupan sosial politik. Sementara kita
sendiri sudah keasyikan terbuai oleh ekstasi kesadaran semu budaya popular yang
mengalir dalam denyut nadi musik pop Indonesia.
Seperti
dikatakan Ali Moertopo dalam buku Strategi Kebudayaan, bahwa manusia sebagai
inti kebudayaan merupakan sumber dari berbagai kekuatan-kekuatan dalam sejarah.
Di mana kebudayaan merupakan perwujudan dari segenap hasil pikiran kemauan
serta perasaan manusia dalam rangka perkembangan kepribadiannya. Untuk
mewujudkan semua itu dibutuhkan adanya strategi sebagai kekuatan yang berkenaan
dengan pendayagunaan segala sumber daya suatu masyarakat, suatu bangsa.
Dengan
sendirinya diperlukan adanya sebuah strategi kebudayaan menempatkan kebudayaan
sebagai suatu kekuatan. Di mana segala unsur kehidupan dan kemanusiaan sebagai
sentral dari proses keberlangsungan dinamika kebudayaan. Strategi kebudayaan
pada hakekatnya merupakan strategi perjuangan. Karenanya strategi kebudayaan
haruslah menjadi satu pedoman gerakan perjuangan yang melahirkan
gerakan-gerakan kebudayaan.
Alex
Palit, citizen jurnalis “Jaringan Pewarta Independen”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar