Cari Blog Ini

Kamis, 23 Juni 2016

Lagu Kita Masih Sama: Indonesia Raya (2)

Mari kita nyatakan dengan kejernihan pikiran dan kecerdasan akal sehat bahwa lagu kita masih sama: Indonesia Raya. Mari kembali kita semangati kehidupan berbangsa dan bernegara ini sebagaimana yang nilai-nilai histori yang terkandung dalam spirit Sumpah Pemuda. Mari kita kembali belajar Justru untuk merenungkan, menimbah dan menemukan kembali nilai-nilai tentang sejatinya diri kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dari spirit Sumpah Pemuda.

                Termasuk bagaimana menemukan kembali jati diri kita dari pelajaran peristiwa bersejarah Konggres Pemuda Indonesia II, 28 Oktober 1928, yang melahirkan Sumpah Pemuda; bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu – Indonesia, yang juga ditandai dengan lahirnya lagu Indonesia Raya, untuk kali pertama lagu. ciptaan WR Supratman ini dikumandangkan di hadapan publik peserta konggres. Sampai akhirnya lagu ini dijadikan sebagai lagu kebangsaan bangsa Indonesia. Pada masa kemerdekaan lagu Indonesia Raya dan lagu perjuanggan lainnya ikut mengawal spirit nasionalisme dan patriotisme yang menjadi magnet perekat sosial rakyat Indonesia.
Justru yang kini jadi pertanyaan kita bersama, masih berkumandangkah di jiwa sanubari kita spirit “INDONESIA RAYA” yang terlahir dan tercetus dari peristiwa kebudayaan Sumpah Pemuda – 28 Oktober 1928, yang kini di mana setiap tanggal 28 Oktober diperingati dan dijadikan sebagai Hari Sumpah Pemuda, sebagai pengingat momentum historis tersebut.

                Bangunlah jiwanya
                Bangunlah badannya
                Untuk Indonesia Raya

                Begitu pula yang kini juga menjadi pertanyaan kita bersama, adakah kini yang hilang dalam jiwa sanubari kita oleh kenangan momentum historis sumpah para pemuda yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang diketuai Sugondo Joyopuspito dan kawan-kawan, bersama oraganisasi kepemudaan lainnya; Jong Java, Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Sumateranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond, Pemuda kaum betawi, dan Pemuda Indonesia, bersatu pada dalam satu semangat yang sama; INDONESIA RAYA, melahirkan peristiwa bersejarah yang dipelopori kaum muda yaitu Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, berikrar dalam satu semangat persatuan dan janji;
                Kami putra-putri Indonesia
                Bertanah air satu, tanah air Indonesia.
                Berbangsa satu, bangsa Indonesia
                Berbahasa satu, bahasa Indonesia

Dengan mengangkat tema Sumpah Pemuda dan ‘Indonesia Raya’ bukan dimaksudkan untuk menggugah kembali romantisme herois sejarah masa lalu. Tapi bagaimana momentum historis tersebut menjadi mata rantai warisan kebudayaan yang tetap hidup dan mengilhami spirit kebangsaan kita seirama dengan gerak dinamika perubahan dan perkembangan zaman, utamanya di kalangan seniman musiknya.

Dengan sejarah kita belajar banyak hal dari masa lalu, termasuk sejarah perjuangan bangsa, maupun warisan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Dari sejarah kita belajar dan bercermin untuk menemukan kembali jati diri kita bahwa lagu kita masih sama: Indonesia Raya. (Alex Palit)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar