![]() |
| Kover album "Cermin" God Bless (Foto dok. Log Z) |
Adalah “Cermin”. Di antara enam album God Bless, banyak penikmat rock menempatkan
album Cermin (1980) yang saat itu digawangi Achmad Albar (vocal), Ian Antono
(gitar), Donny Fattah (bas), Teddy Sujaya (dram) dan Abadi Soesman (kibor),
produksi Jakarta Center (JC) Record, sebagai mahakarya grup rock legendaris
ini, baik secara musikalitas baik dari sisi aransemen musik, komposisi maupun
lirik.
Sekaligus menempatkan sebagai salah satu
rekaman album rock Indonesia terbaik.
Tak heran bila album ini kini menjadi
salah satu target buruan kolektor kaset.
Tapi sayang, master album Cermin yang kini
ada ditangan Log Zhelebour (Log Sound) dan pernah diedarkan dibawah labelBillboard Indonesia ini rusak kena banjir, sehingga sulit
untuk diremastering lagi secara utuh.
Tapi itupun tidak membuat Log putus asa
menempuh jalan untuk bisa mengedarkan Cermin, mengingat album ini masih banyak
diburu terutama oleh penggemar God Bless.
Dan kini album yang dirilis 35 tahun silam
kembali diedarkan oleh Log Zhelebor di
bawah bendera Log Music, September 2015.
Tanpa
bermaksud membandingkan dengan album God Bless lainnya. Salah satu kekuatan album
ini yaitu memiliki kedalaman dalam mengangkat lirik bertema humanisme.
Kiranya tidak berlebihan menempatkan Cermin
sebagai album rock religius yang digarap dalam sentuhan progressive rock.
Bahkan kalau kita dengarkan lagi album yang
dirilis 35 tahun silam, tema lirik lagunya masih kontekstual dengan kondisi
sosial persoalan kehidupan berbangsa yang sedang kita hadapi.
Dan sejauhmana sebuah karya lagu mampu
menandai tanda zaman yang bergerak dalam ruang dan waktu. Semua dikembalikan
lagi pada konteks sosial perjalanan waktu itu sendiri.
Seperti album yang dirilis tahun 1980
menemukan kembali momentum, dan masih kontekstual dengan realitas sosial
persoalan kehidupan berbangsa yang sedang kita hadapi.
Album dirilis 30 tahun silam yang memajang
sembilan nomor lagu ini seperti; Selamat
Pagi Indonesia, Cermin, Balada Sujuta Wajah, Musisi, Sodom Gomora, Anak Adam,
Insan Sesat, Ingat dan Tuan Tanah, di mana sebagian besar tema cerita dari
lirik lagu tersebut masih mewakili potret sosial yang terjadi di hari ini.
Sebagaimana salah satunya yang tercermin di
lagu ciptaan Donny Fattah, berjudul Anak
Adam; Kau dan aku, kita semua anak
Adam / Datang dari satu rahim / Namun kini kita saling mendendam / Ini semua
karena faham / Iri dengki datang mendera / Fitnah memfitnah / Kinipun beraksi
Pastinya dengan dirilisnya album ini tidak
sekadar ingin bernostaligia dengan album yang dirilis 35 tahun silam.
Justru lewat cerita lirik lagu yang tersirat
album ini kembali mengajak kita untuk bercermin pada “Cermin”, di mana beragam
peristiwa yang terjadi hari ini tercermin di album Cermin, seperti tersirat di
lagu Anak Adam, dan lagu lainnya. (alex palit)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar