Cari Blog Ini

Selasa, 21 Juni 2016

Franky Sahilatua: It's The Real Ballad (2)

Franky Sahilatua
Sebagai penyanyi, Franky Sahilatua mengaku tidak ingin hanya sekadar menjadi penyanyi balada etalase. Sebutan balada etalase itu ia gunakan untuk menyebut penyanyi yang hanya sekadar menyanyi tanpa berbuat nyata bagi orang yang disebut-sebut dalam nyanyian baladanya. "Saya harus turun ke lumpur. Kalau saya turun ke jalan, itulah balada yang sesungguhnya, it's the real ballad. Saya tak ingin jadi penyanyi balada etalase," ujar Franky yang kini mengaku lebih pas disebut sebagai penyanyi kebangsaan.

Di mana Franky sendiri saat itu lebih banyak aktif dalam kegiatan gerakan kebangsaan, sampai-sampai ikutan turun ke jalanan jadi demonstran. Bahkan dalam aktivitasnya belakangan ini, sebagai seniman, Franky sudah memasuki ranah politik praktis. Salah satunya sebagai aktivis dari gerakan pro demokrasi untuk kebebasan beragama bergabung bersama aktivis dan tokoh-tokoh lintas agama.
Tak heran bila dalam berbagai kesempatan Franky tak selalu menyenandungkan lagu Di Bawah Tiang Bendera yang diciptakan bersama Iwan Fals, dan lagu Pancasila Rumah Kita, ciptaannya. "Di lagu ini, saya sangat terinspirasi oleh WR Supratman dengan lagu Indonesia Raya-nya. 
Bagimana semangat kebangsaan dibangun melalui lagu dengan memberi fantasi rakyat bahwa di depan ada bangsa, negara, pemerintahan dan kedaulatan," katanya. Dan di sini Franky ingin menggugah kembali rasa semangat kebangsaan kita semua lewat sentuhan musik bahwa `Pancasila Rumah Kita'.

Dan di hari ini, posisi Franky sebagai seniman pejuang kemanusiaan “it’s the real ballad” belum tergantikan. Justru yang ada, mereka yang mengaku dan berjuluk penyanyi balada yang lirik lagunya banyak menyuarakan ktitik sosial lupa dengan lagunya sendiri, lupa dengan lirik yang ia nyanyikan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar