![]() |
| Gus Dur |
Dari apa yang dikemukakan Gus Dur, keberadaan musik
protes ini menunjukkan pada kita bahwa juga bisa berfungsi memainkan fungsi
kontrol sosial. Bahkan musik bisa ditempatkan lebih terhormat tak sekadar
hiburan yaitu sebagai pilar kelima demokrasi yang juga ikut andil berfungsi
kontrol sosial. Tak hanya peran pers yang bisa berfungsi sebagai kontrol
sosial.
Di sini
lewat peran kritisnya musik juga bisa berfungsi memainkan kontrol sosial. Tinggal
bagaimana mengintegrasikan musik sebagai karya kesenian dalam kegiatan besar
manusia yang bernama kebudayaan, atau bidang kehidupan lainnya, seperti moral,
kepribadian, edukasi, ketauladanan, juga dalam kehidupan politik.
Karena
dalam hal ini kedudukan, status, maupun peran seniman sendiri pada hakekatnya
tak bedanya seperti seperti ulama,wartawan atau intelektual.
Di
mana lewat perannya yang cukup strategis dalam kehidupan sosial, seniman
haruslah berani mewartakan kaidah-kaidah kebenaran dan mengungkap segala bentuk
kepalsuan-kepalsuan yang terjadi di masyarakat. Termasuk melawan segala bentuk
dehumanisasi.
Fungsi
kontrol ini sekaligus menjadi kritik seni yang akan menempatkan dirinya sebagai
kritik sosial dalam mengungkap beragam persoalan yang terjadi di masyarakat,
seperti pelanggaran hak asasi, kepincangan sosial, ketidakadilan,
kesewenang-wenangan atau penyalahgunaan kekuasaan.
Semua
ini bisa diangkat menjadi narasi, tema lagu atau nyanyian sebagai bentuk
kepekaan, kepedulian dan tanggungjawab sosial seniman.
Bahkan
bisa disebutan bahwa bahasa lagu jauh lebih bisa berbicara, karena keberadaaan
sebuah lagu memlikki relevansi sosial mengatasi batasan ruang dan waktu.
Seperti pada lagu “Merah Putih dan
Reruntuhan” di album Perahu
Retak - Franky Sahilatua, yang berkisah tentang bencana kemanusiaan Waduk
Kedungombo.
Di sini menunjukkan bahwa kemampuan
melihat persoalan bangsa bukan hanya dimiliki kaum politisi. Kaum seniman juga
mempunyai kemampuan yang sama dengan bahasa yang berbeda.
Jika
para politisi bisa memprediksi persoalan kebangsaan dari analisa politik,
sebagai seniman juga bisa bicara bangsa dari analisa-analisa kultural, atau
kesenian.
Musik
sebagai hiburan juga harus memberi pencerahan dengan lirik atau lagu yang
berjiwa dan bermakna bagi kehidupan.
Dalam
berkesenian seorang seniman tidak boleh memalingkan diri dari realitas sosial.
Bahkan lewat peran kritisnya musik
bisa berfungsi sebagai kontrol sosial.
Alex Palit, citizen jurnalis “Jaringan Pewarta
Independen”, admin fb “Forum Apresiasi Musik Indonesia” (Formasi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar