Cari Blog Ini

Minggu, 26 Juni 2016

Seniman Itu Saksi Kebenaran (2)

Orang-orang harus dibangunkan
Aku bernyanyi menjadi saksi
Kenyataan harus dikabarkan
Aku bernyanyi menjadi saksi...
Seperti banyak disebutkan filsuf, keindahan sebuah lagu bukan hanya terletak pada harmonisasi nada, melodi halnya ketika kita dengarkan lagu “Kesaksian”-nya kelompok musik Kantata Takwa, ciptaan Iwan Fals, Jockie Soeryoprayogo dan Sawung Jabo, liriknya ditulis budayawan WS Rendra.

Aku mendengar suara
Jerit mahluk terluka
Luka, luka, hidupnya luka
Orang memanah rembulan
Burung sirna sarangnya
Sirna. sirna, hidup redup
Alam semesta luka

Banyak orang hilang nafkahnya
Aku bernyanyi menjadi saksi
Banyak orang dirampas haknya
Aku bernyanyi menjadi saksi
Mereka dihinakan
Tanpa daya terbiasa hidup
Sangsi

Orang-orang harus dibangunkan
Aku bernyanyi menjadi saksi
Kenyataan harus dikabarkan
Aku bernyanyi menjadi saksi

Lagu ini jeritan jiwa
Hidup bersama harus dijaga

Lagu ini harapan sukma
Hidup yang layak harus dibela

Lewat lagu yang penuh daya komtempaltif ini, WS Rendra sebagai penulis lirik lagu mencoba menyampaikan ragam pesan yang didalamnya mengandung kegelisahan, kerinduan, dan harapan, atau malah beupa kritik sosial atas situasi yang ada ketika itu.
Lagu sebagai sebagai media komunikasi tak bedanya seperti bahasa, suatu artikulasi bunyi yang bermakna lebih dari sekadar instrumentasi bunyi yang didalamnya bisa mengungkapkan cerita, pesan, gagasan-gagasan, kritik, atau bahkan berupa pernyataan sikap, soal apapun itu, termasuk politik.
Bahkan disebutkan secara artikulatif bahwa bahasa lagu dalam cara penyampaian jauh lebih bisa berbicara, mudah dicernah dan diinterpretasikan. 
Bahkan tak jarang bahwa dalam proses penciptaan sebuah lagu terlahir dari peristiwa politik yang terjadi ketika itu. dan puitisasi lirik, melainkan pada dialektika bunyi. Pada dialektika bunyi inilah artikulasi sebuah lagu memancarkan makna dan auranya.

Sementara dalam wacana seni realisme, keindahan bunyi pada bahasa lagu tidak pula sekadar terletak pada dialektika bunyi semata, tapi sering pula dikaitkan dengan persoalan humanisme (kemanusiaan). (lex)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar