Pada suatu hari mengatakan kepada saya bahwa
saat itu ia bicara sebagai anak Indonesia hari ini. Ia bicara sebagai anak
zaman. Apa yang diungkapkan dalam lirik lagu disebagian di albumnya adalah
masalah yang paling dekat dalam realitas kehidupan kita.
Sebagai penyanyi yang lagu-lagunya banyak
menyuarakan kritik sosial, Franky mengaku tidak ingin hanya sekadar menjadi
penyanyi balada etalase. Sebutan balada etalase itu ia gunakan untuk menyebut
penyanyi yang hanya sekadar menyanyi tanpa berbuat nyata bagi orang yang
disebut-sebut dalam nyanyian baladanya. "Saya harus turun ke lumpur. Kalau
saya turun ke jalan, itulah balada yang sesungguhnya, It's the real ballad.
Saya tak ingin jadi penyanyi balada etalase," ujar Franky yang mengaku lebih pas disebut sebagai penyanyi kebangsaan.

















































