Di jalanan di kota Berlin ini pula ia mulai dikenal dan berkenalan dengan sejumlah musisi dan produser. Setelah mengeluarkan album bertitel Why Don't We (2008), dan mendapat apresiasi positif di Jerman dan negara-negara Eropa.
Kiprah bermusik Shandy di Eropa terus berkibar seiring rangkaian pertunjukkan yang sukses digelar di Eropa, diantaranya di Berliner Hoffest – Jerman pada 3 September 2024, di Bali Brunch 82 – Amsterdam, 11 September, disusul di acara resepsi diplomatik yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda di Wisma Duta Besar, Wassenaar, 12 September 2024.
Kedatangan Sandhy Sondoro untuk tampil menyanyi ke Belanda memang bukan untuk yang pertama kali, tapi untuk yang kali ini di prakarsai oleh Novi Dijk, penyanyi asal Bandung yang sudah lama bermukim di Belanda dan sekarang adalah vokalis dari Asian Riff.
Mengetahui rencana kedatangan Sandhy ke Jerman, Novi Dijk langsung menghubungi Sandhy dan merancang beberapa gigs yang menghadirkan Sandhy Sondoro sebagai bintang tamu. Salah satu penampilan yang paling bergengsi adalah di acara Resepsi Diplomatik Kedutaan Besar Indonesia di Duta Wisma Wassenaar pada 12 September 2024.
Acara tersebut dihadiri lebih dari 900 tamu, termasuk pejabat pemerintahan, korps diplomatik, pengusaha, akademisi, media, dan seniman. Menteri Luar Negeri Belanda, Caspar Veldkamp, dan mantan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns, turut hadir di acara ini.
Pada tanggal 11 September 2024, Sandhy tampil di Bali Brunch 82 – Amsterdam salah satu restauran Indoneisa terfavorit di Belanda, pada acara Jam Night berkolaborasi dengan Asian Riff band.
Penampilannya memikat para pengunjung, termasuk fans dan warga lokal Belanda yang sangat menikmati hiburan dari penyanyi bersuara emas ini.
Sayangnya, dua gigs lainnya yang direncanakan di The Waterhole Live Music Bar dan Maloe Melo Blues Cafe – Amstedam tidak dapat terlaksana karena waktu yang terbatas, mengingat Sandhy harus kembali ke Berlin pada 13 September untuk kemudian terbang kembali ke Indonesia untuk memenuhi kontrak pertunjukan lainnya.
Baik Novi Dijk maupun Sandhy Sondoro sangat antusias untuk bekerja sama di masa mendatang.
Menurut Novi, membawa musisi berkualitas dan seperti Sandhy ke berbagai venue lokal di sini bukanlah kendala besar, terutama dengan pengalaman Sandhy di panggung internasional dan jam terbang yang tinggi.
Dengan dukungan band Asian Riff yang terdiri dari musisi berbakat seperti Didik Sucahyo (bassist Elpamas), Kasyfi Kalyasyena, Yoshua Putra, Kiki Kavestyan dan Hengky Supit penyanyi rock Indonesia yang terkenal di tahun 90’an dan vokalis group band Whizzkid, Novi berharap berharap dapat melanjutkan kolaborasi dengan Shandy Sondoro tidak hanya di Belanda, tetapi juga di negara-negara Eropa lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar