Cari Blog Ini

Sabtu, 10 Februari 2024

Elpamas Masih Eksis


            Dalam sebuah obrolan singkat saat menghadiri prosesi pemakaman jurnalis Rosihan Kailinto, meninggung tentang nasib setelah ditinggal Edi Darome yang meninggal dunia pada 30 Desember 2020, akibat penyakit yang dideritanya, gitaris Elpamas Toto Tewel tak banyak menjawab, “Kita lagi cari pemain kibor pengganti Edi Darome,” jawabnya singkat.

            Makanya begitu gembira saat ada postingan Joko Dolok di fb, Elpamas tampil digelaran kampanye sebuah partai politik. Langsung minta fotonya Elpamas dan siapa saja personilnya saat ini, Baruna (vokal), Toto Tewel (gitar), Lieyandi (bas), Rush Tato (dram) dan Andi Gomez (kibor).

            Sejarah grup band rock yang yang berdiri tahun 1983 dan sering diplesetkan “Elek-elek Pandaan Mas”, diambil dari nama toko elektronik “Elektronik Payung Mas” milik Anthony sekaligus sebagai penyedia peralatan band Elpamas.

Bersamaan digelarnya Festival Rock se-Indonesia I (1984) yang digelar Log Zhelebour, Elpamas formasi Dullah Gowie (vokal), Didik Kompol (gitar), Didik Sucahyo (bas), Toni (dram) dan Isom (kibor), berhasil meraih juara ketiga.

Baru di festival rock tahun 1985, Elpamas dengan formasi Dullah Gowi (vokal), Toto Tewel (gitar), Didik Sucahyo (bas), Edi Darome (kibor) dan Rush Tato (dram) berhasil merebut juara pertama, dan untuk kedua-kalinya Toto Tewel kembali mendapatkan predikat sebagai the best guitarist.

Disusul tahun berikutnya, Elpamas kembali mengikuti festival rock yang digelar Log Zhelebour, dan harus puas menduduki peringkat dua dibawah Grass Rock (Surabaya) terpilih juara pertamanya. Lagi-lagi untuk ketiga-kalinya Toto Tewel terpilih  sebagai the best guitaris.

            Bersamaaan dengan terjunnya Log Zhelebour ke dunia rekaman di bawah bendera Logiss Record, kemudian ia menawari Elpamas masuk dapur rekaman. Berformasikan Baruna Priyotomo (vokal), Toto Tewel (gitar), Didik Sucahyo (bas), Rush Tato (dram) dan Edi Darome (kibor), lahirlah debut album perdana bertitel Untukmu Generasiku (1989), dengan hits-nya Dinding-Dinding Kota, Untukmu Generasiku dan Dunia. 

            Tahun 1991, Elpamas merilis album keduanya bertitel Tato. Di album ini posisi vokalis dijabat oleh Doddy Keswara. Album cukup meledak di pasaran dengan lagu hits komersilnya berjudul Pak Tua, ciptaan Pitat Haeng alias Iwan Fals.

            Di saat sedang mempersiapkan diri masuk studio untuk ketiganya, Doddy Keswara mengundurkan diri. Digaetlah Ecky Lamoh, mantan vokalis Edane yang sebelumnya pernah gabung di Elpamas saat mendampingi God Bless saat promo tur Semut Hitam (1988) di 35 kota Indonesia. Di album Bos (1993), Ecky menyumbang dua lagu Set Up dan Melancoly Blues.

            Tahun 1997, Elpamas merilis album keempat bertitel Negeriku. Di album ini posisi vokalis kembali dipegang Doddy Keswara yang sebelum juga mengisi vokal di Tato (1991). Berikutnya, tahun 2000, Elpamas kembali merilis album kelima berjudul Dongeng yang diambil dari salah satu lagu gacoannya ciptaan Edi Darome liriknya ditulis Alex Palit.

Usai merilis album kelimanya ini, Didik Sucahyo hijrah ke Belanda. April 2003, Elpamas merilis album 60Km/Jam dengan personel Toto Tewel, Tato, Edi Daromi, Harto, Decky Sompotan dan Amiroez (vokal).

Sudah tentu dengan tampilnya kembali di atas panggung, menunjukkan eksisitensinya  bahwa Elpamas masih eksis.

 

Alex Palit, jurnalis penulis buku Sejarah musik “Festival Rock se-Indonesia I – X Log Zhelebour”.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar