Dalam
sebuah obrolan singkat saat menghadiri prosesi pemakaman jurnalis Rosihan
Kailinto, meninggung tentang nasib setelah ditinggal Edi Darome yang meninggal
dunia pada 30 Desember 2020, akibat penyakit yang dideritanya, gitaris Elpamas
Toto Tewel tak banyak menjawab, “Kita lagi cari pemain kibor pengganti Edi
Darome,” jawabnya singkat.
Makanya
begitu gembira saat ada postingan Joko Dolok di fb, Elpamas tampil digelaran
kampanye sebuah partai politik. Langsung minta fotonya Elpamas dan siapa saja
personilnya saat ini, Baruna (vokal), Toto Tewel (gitar), Lieyandi (bas), Rush
Tato (dram) dan Andi Gomez (kibor).
Sejarah grup
band rock yang yang berdiri tahun 1983 dan sering diplesetkan “Elek-elek
Pandaan Mas”, diambil dari nama toko elektronik “Elektronik Payung Mas” milik
Anthony sekaligus sebagai penyedia peralatan band Elpamas.
Bersamaan digelarnya Festival Rock se-Indonesia I
(1984) yang digelar Log Zhelebour, Elpamas formasi Dullah Gowie (vokal), Didik
Kompol (gitar), Didik Sucahyo (bas), Toni (dram) dan Isom (kibor), berhasil
meraih juara ketiga.
Baru di festival rock tahun 1985, Elpamas dengan
formasi Dullah Gowi (vokal), Toto Tewel (gitar), Didik Sucahyo (bas), Edi
Darome (kibor) dan Rush Tato (dram) berhasil merebut juara pertama, dan untuk
kedua-kalinya Toto Tewel kembali mendapatkan predikat sebagai the best
guitarist.
Disusul tahun berikutnya, Elpamas kembali mengikuti festival rock
yang digelar Log Zhelebour, dan harus puas menduduki peringkat dua dibawah
Grass Rock (Surabaya) terpilih juara pertamanya. Lagi-lagi untuk ketiga-kalinya
Toto Tewel terpilih sebagai the best guitaris.
Bersamaaan dengan terjunnya Log Zhelebour ke dunia rekaman
di bawah bendera Logiss Record, kemudian ia menawari Elpamas masuk dapur
rekaman. Berformasikan Baruna Priyotomo (vokal), Toto Tewel (gitar), Didik
Sucahyo (bas), Rush Tato (dram) dan Edi Darome (kibor), lahirlah debut album
perdana bertitel Untukmu Generasiku (1989), dengan hits-nya Dinding-Dinding
Kota, Untukmu Generasiku dan Dunia.
Tahun 1991, Elpamas merilis album keduanya bertitel Tato.
Di album ini posisi vokalis dijabat oleh Doddy Keswara. Album cukup meledak di
pasaran dengan lagu hits komersilnya berjudul Pak Tua, ciptaan Pitat Haeng alias Iwan Fals.
Di saat sedang mempersiapkan diri masuk studio untuk
ketiganya, Doddy Keswara mengundurkan diri. Digaetlah Ecky Lamoh, mantan
vokalis Edane yang sebelumnya pernah gabung di Elpamas saat mendampingi God
Bless saat promo tur Semut Hitam (1988) di 35 kota Indonesia. Di album Bos (1993), Ecky menyumbang dua lagu Set
Up dan Melancoly Blues.
Tahun 1997, Elpamas merilis album
keempat bertitel Negeriku. Di album ini posisi vokalis
kembali dipegang Doddy Keswara yang sebelum juga mengisi vokal di Tato
(1991). Berikutnya, tahun 2000, Elpamas
kembali merilis album kelima berjudul Dongeng yang diambil dari salah
satu lagu gacoannya ciptaan Edi Darome liriknya ditulis Alex Palit.
Usai merilis album kelimanya ini, Didik Sucahyo hijrah ke
Belanda. April 2003, Elpamas merilis album 60Km/Jam dengan personel Toto
Tewel, Tato, Edi Daromi, Harto, Decky Sompotan dan Amiroez (vokal).
Sudah tentu dengan tampilnya kembali di atas panggung,
menunjukkan eksisitensinya bahwa Elpamas
masih eksis.
Alex Palit,
jurnalis penulis buku Sejarah musik “Festival Rock se-Indonesia I – X Log
Zhelebour”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar