Cari Blog Ini

Selasa, 27 Mei 2025

“Rock Humanisme Ian Antono – Maestro Rock Indoensia” : Ian Antono di Mata Alex Palit


 

porostoday.id, Jakarta Sebagai jurnalis musik, penulis sangat interest, bahkan mengagumi karya musik Ian Antono, utamanya dengan lirik lagu bertema humanisme. Mengingat sampai saat ini belum banyak – atau belum ada – buku yang mengupas dan mengulas secara tematis dan mendalam lirik-lirik lagu rock yang terhubung dengan tema humanisme, itu yang kemudian mendasari penulisan buku “Rock Humanisme Ian Antono – Maestro Rock Indonesia”.

Di sini penulis diingatkan pada sebuah esai “Seniman dan Zamannya” filsuf eksistensialis Albert Camus, secara kritis dan tajam mengulas apa itu seni dan peran seniman dalam kehidupan di zamannya dan di setiap zaman. Bahkan disebutkan bahwa seni, seperti pemberontakan. Ia juga mempertanyakan, sebagai seni-man apakah “Anda” telah memilih peran sebagai “saksi”?

Dalam penulisan, setiap penulis pasti punya perspektif tersendiri dalam mengangkat judul, topik, bahasan maupun inter-pretasi, dan menuliskannya berdasar amatan kaca mata penulis.   

Sebagai jurnalis yang mengenal baik secara personal sang musisi, di buku ini, penulis menempatkan perjalanan jurnalistik-nya, jepretan kisah di balik berita apa dan siapa sosok Ian Antono, atau boleh dibilang; Ian Antono di mata Alex Palit.

Bagi penulis, musisi atau pencipta lagu itu tak bedanya dengan jurnalis, keduanya sama-sama pewarta. Kalau musisi atau pencipta lagu mengekspresikan amatannya lewat bahasa musik, lagu atau nyanyian, sedang jurnalis dengan bahasa jurnalistik da-lam mengemukakan kesaksiannya.

Begitupun, guna mendapatkan pemahaman lebih utuh ten-tang apa itu musik tidak cukup hanya dinikmati sebagai sekedar hiburan semata, sebab musik itu sendiri adalah bahasa ekspresi yang memang harus diterjemahkan. Estetika saja tidak cukup un-tuk menerangkan musik itu secara utuh perlu diberlakukan kai-dah-kaidah atau bingkai metodologis untuk mendasarinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar