Cari Blog Ini

Selasa, 10 Oktober 2017

Membaca "God Bless and You: Rock Humanisme" Membaca Realitas Hari Ini

God Bless (Foto Alex Palit)
Dalam sebuah obrolan di kantin Kompas – Gramedia, Palmerah Jakarta, Rabu (4/10), dengan Pemimpin Harian Warta Kota Achmad Subechi yang juga pernah menjadi Pemimpin Redaksi Kompas.com dan redaktur foto Tribunnews.com FX Ismanto, yang kebetulan sama-sama menyukai musik, saya pun bilang bahwa God Bless adalah satu-satunya grup band rock yang punya komitmen dan konsistensi mengangkat lagu-lagu bertemakan humanisme.
Bahkan kalau simak banyak di antara tema humanisme lirik lagu-lagu God Bless masih faktual dan kontekstual merepresentasikan realitas sosial yang sedang kita hadapi saat ini.
Seperti pada lagu “Anak Adam”, ciptaan Donny Fattah. Sebagaimana pada cuplikan lirik lagu tersebut; Kau dan aku, kita semua anak Adam / Datang dari satu rahim / Namun kini kita saling mendendam / Ini semua karena faham. Dan itupun kini beraksi.

Sabtu, 07 Oktober 2017

God Bless Pengibar Rock Humanisme

Foto: FX Ismanto / Tribunnews.com

Dalam sebuah obrolan di kantin Kompas – Gramedia, Palmerah Jakarta (4/10) dengan Pemimpin Harian Warta Kota Achmad Subechi yang juga pernah menjadi Pemimpin Redaksi Kompas.com, yang kebetulan sama menyukai musik, saya pun bilang bahwa God Bless adalah satu-satunya grup band rock yang punya komitmen dan konsistensi mengangkat lagu-lagu bertemakan humanisme. Bahkan bila simak banyak di antara tema humanisme lirik lagu-lagu God Bless masih faktual dan kontekstual merepresentasikan realitas sosial yang sedang kita hadapi saat ini.
Dari obrolan itu akhirnya saya pun mengulas buku “God Bless and You: Rock Humanisme” terbitan Elex Media Komputindo, yang saya tulis. Bahwa keindahan musik bukan hanya terletak pada permainan harmonisasi nada, melodi, dan lirik, melainkan pada dialektika bunyi. Pada dialektika bunyi inilah artikulasi sebuah lagu memancarkan makna dan auranya.