![]() |
| Iwan Fals (Foto: Alex Palit) |
Pelajaran
Politik Iwan Fals (2)
Dunia politik
memang asyik nggak
asyik, kadang asyik kadang nggak,
di situ yang asyik. Meski didalamnya dipenuhi intrik dan kecurangan.
Seperti kata Iwan; Colong sana colong
sini atau colong-colongan / Seperti orang nyolong mangga kalau gak
nyolong gak asyik. Mencuri start
kampanye, memanipulasi data pemilih dan main sulap pat-gulipat
dilakukan tangan-tangan setan saat penghitungan suara adalah praktek
colong-colongan yang harus tetap diwaspadai.
Kalau dibilang
politik kotor atau kejam, karena politik itu sendiri adalah seni,
seni permainan. Sebagaimana adagium; Politics
is the art of the possible (Otto von
Bismarck). Segala kemungkinan bisa terjadi. Dalam politik tidak ada
kawan atau lawan sejati, yang ada adalah pertarungan kepentingan
meraih dan melanggengkan kekuasaan. Dan, itulah politik!
Iwan
Fals memang bukan politikus, bukan pula
anggota
legislatif,
anggota parpol
atau jurkam yang kerjanya berkoar-koar mengumbar gelembung
busa janji atas
nama rakyat. Ia hanyalah seorang penyanyi balada yang lagu-lagunya
banyak mengangkat tema sosial. Lewat media
komunikasi bahasa musik dan nyanyian
Iwan tak segan bersuara lantang melontarkan kritikan atas
kepincangan-kepincangan sosial yang terjadi di tengah
masyarakat.
Dengan cara bernyanyi pula Iwan menjalin komunikasi soal kepincangan
politik dengan publik penggemarnya. Lewat metafora politik Asik
Nggak Asik,
Iwan bukan bermaksud menggurui atau mengkritik bahwa itulah potret
dunia perpolitikan kita.
Justru
bagaimana menempatkan lagu ini bagian dari proses pembelajaran
politik, bahwa dunia politik memang asyik nggak
asyik. Dikatakan asyik kalau semua itu dilakukan dengan pertimbangan
moral, bermartabat dan memihak kepentingan rakyat. Nggak asyiknya,
kalau semua itu dilakukan menghalalkan segala cara demi kepentingan
diri sendiri atau kelompoknya, mengabaikan amanat rakyat.
Mari
kita sikapi kembalinya Iwan Fals bersuara lantang di atas panggung
ini sebagai kepedulian dan sikap kritis seniman menyikapi kondisi
sosial politik di negeri ini yang kian carut-marut. Seperti kata Iwan
dalam nyanyian lagu Kesaksian:
Orang-orang harus dibangunkan, kesaksian itu harus dikabarkan, aku
bernyanyi menjadi saksi!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar