Cari Blog Ini

Jumat, 21 Desember 2012

Pelajaran Politik Iwan Fals (2)

Iwan Fals (Foto: Alex Palit)
Pelajaran Politik Iwan Fals (2)

Dunia politik memang asyik nggak asyik, kadang asyik kadang nggak, di situ yang asyik. Meski didalamnya dipenuhi intrik dan kecurangan. Seperti kata Iwan; Colong sana colong sini atau colong-colongan / Seperti orang nyolong mangga kalau gak nyolong gak asyik. Mencuri start kampanye, memanipulasi data pemilih dan main sulap pat-gulipat dilakukan tangan-tangan setan saat penghitungan suara adalah praktek colong-colongan yang harus tetap diwaspadai.
Kalau dibilang politik kotor atau kejam, karena politik itu sendiri adalah seni, seni permainan. Sebagaimana adagium; Politics is the art of the possible (Otto von Bismarck). Segala kemungkinan bisa terjadi. Dalam politik tidak ada kawan atau lawan sejati, yang ada adalah pertarungan kepentingan meraih dan melanggengkan kekuasaan. Dan, itulah politik!
Iwan Fals memang bukan politikus, bukan pula anggota legislatif, anggota parpol atau jurkam yang kerjanya berkoar-koar mengumbar gelembung busa janji atas nama rakyat. Ia hanyalah seorang penyanyi balada yang lagu-lagunya banyak mengangkat tema sosial. Lewat media komunikasi bahasa musik dan nyanyian Iwan tak segan bersuara lantang melontarkan kritikan atas kepincangan-kepincangan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan cara bernyanyi pula Iwan menjalin komunikasi soal kepincangan politik dengan publik penggemarnya. Lewat metafora politik Asik Nggak Asik, Iwan bukan bermaksud menggurui atau mengkritik bahwa itulah potret dunia perpolitikan kita.
Justru bagaimana menempatkan lagu ini bagian dari proses pembelajaran politik, bahwa dunia politik memang asyik nggak asyik. Dikatakan asyik kalau semua itu dilakukan dengan pertimbangan moral, bermartabat dan memihak kepentingan rakyat. Nggak asyiknya, kalau semua itu dilakukan menghalalkan segala cara demi kepentingan diri sendiri atau kelompoknya, mengabaikan amanat rakyat.
Mari kita sikapi kembalinya Iwan Fals bersuara lantang di atas panggung ini sebagai kepedulian dan sikap kritis seniman menyikapi kondisi sosial politik di negeri ini yang kian carut-marut. Seperti kata Iwan dalam nyanyian lagu Kesaksian: Orang-orang harus dibangunkan, kesaksian itu harus dikabarkan, aku bernyanyi menjadi saksi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar