Cari Blog Ini

Selasa, 25 Desember 2012

Jaringan Pewarta Independen: Politisi Rayap

Jaringan Pewarta Independen: Politisi Rayap: Pemilu 2014 Politisi Rayap Tribunnews.com - Selasa, 25 Desember 2012 18:25 WIB Pelantikan Anggota DPR RI (Foto: dok. Dwiki S) ...

In Memoriam Franky Sahilatua



Franky Sahilatua "Di Bawah Tiang Bendera" (Foto: Alex Palit)
In Memoriam Franky Sahilatua
It's The Real Ballad!

Dalam kiprahnya di jagad hiburan blantika musik Indonesia sosok penyanyi balada Franky Sahilatua ini memang punya daya tarik tersendiri untuk diikuti. Pria bernama lengkap Franklin Hubert ini memang sudah terbilang melegenda di panggung musik pop lewat sejumlah karya berirama balada country yang sudah tidak asing lagi, seperti Bis Kota, Musim Bunga, Perjalanan, Lelaki dan Rembulan, dan Kemesraan.
Justru yang tak kalah menariknya untuk disimak dari sosok Franky adalah pengembaraannya yang memasuki segala sisi ruang kehidupan, semua ia dijelajahi. Mulai musik, budaya sampai politik. "It's the real ballad!" kata pria kelahiran Surabaya, 16 Agustus ini.
Semua ruang itu ia masuki untuk menjawab kegelisahannya sebagai seniman. Album Perahu Retak, lagu Menangis, Di Bawah Tiang Bendera, dan Pancasila Rumah Kita, setidaknya adalah bagian dari refleksi kegelisahan sosok penyanyi balada Franky Sahilatua dalam menyikapi kondisi negeri ini.

Sabtu, 22 Desember 2012

Ian Antono: Master of Rock Indonesia

Ian Antono:
Master of Rock Indonesia
Ian Antono (Foto: Alex Palit)
Bicara musik rock Indonesia dalam kurun waktu empat dekade belakangan ini, pandangan kita tidak bisa lepas dari sosok musisi yang dalam perjalanan karirnya telah banyak memberi kontribusi dalam perkembangan musik ingar-bingar rock di negeri ini. Dia adalah Ian Antono. Salah seorang musisi rock terbaik yang dipunyai negeri ini. Dan, nama Ian Antono saat ini sudah jadi ikon rock Indonesia.

Jumat, 21 Desember 2012

Pelajaran Politik Iwan Fals (2)

Iwan Fals (Foto: Alex Palit)
Pelajaran Politik Iwan Fals (2)

Dunia politik memang asyik nggak asyik, kadang asyik kadang nggak, di situ yang asyik. Meski didalamnya dipenuhi intrik dan kecurangan. Seperti kata Iwan; Colong sana colong sini atau colong-colongan / Seperti orang nyolong mangga kalau gak nyolong gak asyik. Mencuri start kampanye, memanipulasi data pemilih dan main sulap pat-gulipat dilakukan tangan-tangan setan saat penghitungan suara adalah praktek colong-colongan yang harus tetap diwaspadai.
Kalau dibilang politik kotor atau kejam, karena politik itu sendiri adalah seni, seni permainan. Sebagaimana adagium; Politics is the art of the possible (Otto von Bismarck). Segala kemungkinan bisa terjadi. Dalam politik tidak ada kawan atau lawan sejati, yang ada adalah pertarungan kepentingan meraih dan melanggengkan kekuasaan. Dan, itulah politik!
Iwan Fals memang bukan politikus, bukan pula anggota legislatif, anggota parpol atau jurkam yang kerjanya berkoar-koar mengumbar gelembung busa janji atas nama rakyat. Ia hanyalah seorang penyanyi balada yang lagu-lagunya banyak mengangkat tema sosial. Lewat media komunikasi bahasa musik dan nyanyian Iwan tak segan bersuara lantang melontarkan kritikan atas kepincangan-kepincangan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan cara bernyanyi pula Iwan menjalin komunikasi soal kepincangan politik dengan publik penggemarnya. Lewat metafora politik Asik Nggak Asik, Iwan bukan bermaksud menggurui atau mengkritik bahwa itulah potret dunia perpolitikan kita.
Justru bagaimana menempatkan lagu ini bagian dari proses pembelajaran politik, bahwa dunia politik memang asyik nggak asyik. Dikatakan asyik kalau semua itu dilakukan dengan pertimbangan moral, bermartabat dan memihak kepentingan rakyat. Nggak asyiknya, kalau semua itu dilakukan menghalalkan segala cara demi kepentingan diri sendiri atau kelompoknya, mengabaikan amanat rakyat.
Mari kita sikapi kembalinya Iwan Fals bersuara lantang di atas panggung ini sebagai kepedulian dan sikap kritis seniman menyikapi kondisi sosial politik di negeri ini yang kian carut-marut. Seperti kata Iwan dalam nyanyian lagu Kesaksian: Orang-orang harus dibangunkan, kesaksian itu harus dikabarkan, aku bernyanyi menjadi saksi!

Pelajaran Politik Iwan Fals (1)

Iwan Fals (Foto: Alex Palit)

Pelajaran Politik Iwan Fals (1)

Saya bukan Fals Mania, tapi saya termasuk salah satu penggemar dari jutaan penggemar penyanyi balada Iwan Fals. Dan, salah satu lagunya bertemakan politik yang saya sukai adalah Asik Nggak Asik, di samping lagu Sumbang. Dari lirik lagu ini, saya atau kita banyak mendapat pelajaran politik dari sahabat saya, Iwan Fals. Apa yang diungkap Iwan lewat lagu ini adalah pelajaran politik berharga yang bisa dipakai sebagai bahan perenungan kita semua untuk introspeksi menuju pendewasaan berpolitik yang beretika dan bermartabat. Karena apa yang diungkapkan lewat lagu ini sebenarnya luapan kritik tajam Iwan terhadap prilaku elit politik yang hanya asyik dengan dirinya sendiri, lebih mementingkan meraup kekuasaan dan harta, ketimbang mengemban amanat rakyat.

Kamis, 20 Desember 2012

“Cermin” God Bless, Album Rock Indonesia Terbaik



"Cermin" God Bless (1980) / dok. Alex Palit
Cermin God Bless, Album Rock Indonesia Terbaik

Di antara keenam album God Bless, banyak penikmat rock menempatkan album Cermin (1980) yang saat itu digawangi Achmad Albar (vocal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bas), Teddy Sujaya (dram) dan Abadi Soesman (kibor), produksi Jakarta Center (JC) Record,  sebagai mahakarya grup rock legendaris ini, baik secara musikalitas baik dari sisi aransemen musik, komposisi maupun lirik. Sekaligus menempatkan sebagai salah satu rekaman album rock Indonesia terbaik. Tak heran bila album ini kini menjadi salah satu target buruan kolektor kaset. Tapi sayang, master album Cermin yang kini ada ditangan Log Zhelebour (Logiss Records). Dan album ini sempat edar di bawah bendera Billboard. Menurut Log, bahwa pita masternya sudah rusak, sehingga kesulitan untuk di-remastering lagi. Padahal masih banyak yang mencari dan memburu album ini.

Kita Sedang Mengalami Krisis Kepemimpinan

Leo Kristi (Foto: Endah Sulwesi)
Kita Sedang Mengalami Krisis Kepemimpinan 

Jerat menjerat dalam lingkaran komedi badut badut 
di mana diri seorang pemimpin... di mana diri seorang pemimpin?

Todong menodong dalam lingkaran komedi badut-badut
Di mana diri seorang kesatria... di mana diri seorang kesatria?
 
“Nyanyian Tambur Jalan Komedi Badut Pasar” - Leo Kristi.
 

Jaringan Pewarta Independen: Kita Sedang Mengalami Krisis Kepemimpinan (1)

Jaringan Pewarta Independen: Kita Sedang Mengalami Krisis Kepemimpinan (1): Leo Kristi (Foto: Endah Sulwesi) Kita Sedang Mengalami Krisis Kepemimpinan (1) Di tengah karut marut dunia perpolitikan negeri i...