Cari Blog Ini

Senin, 13 Januari 2020

Salam Buat "Vokalis Rock Indonesia"



“Lex, kamu, aku masukkan ke WAG Vokalis Rock Indonesia” kata Ecky Lamoh, mantan vokalis grup rock Elpamas dan Edane. Siap, jawabku singkat, mantap. Dan saya pun senantiasa monitor, sekali-kali ikut komentar di WAG tersebut. Sebagai jurnalis penyuka musik, asyik juga VRI.
Tapi buat aku intinya bukan persoalan gabung di WAG VRI. Sebagai penyuka musik, khususnya rock, terus terang saya apresiatif dengan tiga untaian kata; vokalis, rock dan Indonesia. Karena tiga untaian kata ini secara termonologis punya muatan makna kata yang begitu gahar dan filosofis.
Kita sering dengar ucapan yang ditujukan kepada anggota DPR, bahwa sebagai wakil rakyat adalah vokalis, yaitu harus vokal menyuarakan kepentingan rakyat. Setidaknya begitu pula halnya dengan VRI, sebagai vokalis rock juga harus vokal menyuarakan kebenaran.
Kalau dalam dunia jurnalistik, ada istilah bahwa takdir seorang jurnalis harus berani menjadi wacthdog yaitu sebagai anjing penjaga yang bersikap kritis terhadap kekuasaan, atau siap menggonggong terhadap kepincangan sosial atau atas terjadinya dehumanisasi. Itu inti filosofi vokalis rock.