“Lex, kamu, aku masukkan ke WAG Vokalis Rock Indonesia” kata Ecky Lamoh,
mantan vokalis grup rock Elpamas dan Edane. Siap, jawabku singkat, mantap. Dan
saya pun senantiasa monitor, sekali-kali ikut komentar di WAG tersebut. Sebagai
jurnalis penyuka musik, asyik juga VRI.
Tapi buat aku intinya bukan persoalan
gabung di WAG VRI. Sebagai penyuka musik, khususnya rock, terus terang saya
apresiatif dengan tiga untaian kata; vokalis, rock dan Indonesia. Karena tiga
untaian kata ini secara termonologis punya muatan makna kata yang begitu gahar
dan filosofis.
Kita sering dengar ucapan yang ditujukan
kepada anggota DPR, bahwa sebagai wakil rakyat adalah vokalis, yaitu harus
vokal menyuarakan kepentingan rakyat. Setidaknya begitu pula halnya dengan VRI,
sebagai vokalis rock juga harus vokal menyuarakan kebenaran.
Kalau dalam dunia jurnalistik, ada
istilah bahwa takdir seorang jurnalis harus berani menjadi wacthdog yaitu sebagai anjing penjaga yang bersikap kritis terhadap
kekuasaan, atau siap menggonggong terhadap kepincangan sosial atau atas
terjadinya dehumanisasi. Itu inti filosofi vokalis rock.
