Cari Blog Ini

Sabtu, 08 Agustus 2020

Alex Palit Sambut 75 Tahun Indonesia Merdeka Terbitkan Buku "Nada-Nada Radikal Musik Indonesia" dan "God Bless - Aku Bersaksi"


God Bless Aku Bersaksi


"God Bless - Aku Bersaksi"
God Bless Dalam Perspektif "Seniman dan Zamannya"
Filsuf Eksistensialis Albert Camus
Sebuah Catatan Jurnalistik

***
Penerbit : fORmASI
ISBN: 9786239302535
Cetakan I : Juli 2020
Jumlah halaman : 100
Harga : Rp. 80.000,-
(Tidak dijual di toko buku)
Pemesanan langsung inbox (fb) / WA 082298277057
Alex Palit

Nada-Nada Radikal Musik Indonesia


"Nada-Nada Radikal Musik Indonesia"
Sebuah Amatan Musik Indonesia
Dalam Perspektif Folosofi, Budaya dan Politik

Penulis: Alex Palit
Penerbit: fORmASI
ISBN : 9786239302504
Jumlah halaman: 150
Harga : Rp. 90.000,-
(Tidak dijual di toko buku)
Pemesanan langsung inbox (fb) / WA 082298277057
Alex Palit

Rabu, 13 Mei 2020

Pengamat Musik Alex Palit Launching Buku “Nada-Nada Radikal Musik Indonesia”


Pengamat Musik Alex Palit
Launching Buku “Nada-Nada Radikal Musik Indonesia”

Belum genap sebulan merilis buku “Festival Rock se-Indonesia – Log Zhelebour”, pengamat musik mantan wartawan Persda Kompas – Gramedia (kini Tribunnews.com) Alex Palit kembali melaunching buku “Nada-Nada Radikal Musik Indonesia – Sebuah Amatan Musik Indonesia dalam Perspektif Filosofi, Budaya dan Politik”.

Pengamat Musik Alex Palit Launching Buku Sejarah “Festival Rock se-Indonesia – Log Zhelebour”


Pengamat Musik Alex Palit
Launching Buku Sejarah “Festival Rock se-Indonesia – Log Zhelebour”

Bicara musik rock di Indonesia pastinya amatan kita tidak lepas dari sebuah event musik  yang dipromotori Log Zhelebour, yaitu: Festival Rock se-Indonesia.
Dalam sepuluh kali gelaran (1984 - 2004), festival ini bukan saja menjadi wadah bagi grup band rock untuk aktualisasikan diri dalam sebuah festival berskala nasional.
Dari ajang ini pula muncul nama-nama grup band, musisi, dan penyanyi rock yang kemudian ikut mewarnai musik Indonesia.
Keberadaan Festival Rock se-Indonesia inipun kini terpancang sebagai sebuah tonggak sejarah musik rock Indonesia.
Buku ini mengulas tuntas sejarah Festival Rock se-Indonesia mulai kiprah Log Zhelebour sebagai promotor, produser,siapa saja 10 grup band rock juara festival, alumni, diskografi,
bahkan banyak di antara mereka hingga kini masih eksis di jagad musik Indonesia.

Alex Palit Terbitkan Buku “Festival Rock se-Indonesia – Log Zhelebour”


Alex Palit
Terbitkan Buku “Festival Rock se-Indonesia – Log Zhelebour”

Alex Palit mantan wartawan musik dan hiburan Persda Kompas – Gramedia (kini Tribunnews.com) terbitkan buku sejarah “Festival Rock se-Indonesia – Log Zhelebour”.
Buku ini diterbitkan bertepatan menyambut 36 tahun festival rock dipromotori Log Zhelebour yang kali pertama digelar 14 April 1984, di Stadion 10 Nopember  – Surabaya.
“Buku ini memang sengaja saya rilis bertepatan digelarnya festival rock pertama pada 14 April,” kata Alex pada Tribunnews.com.

Selasa, 17 Maret 2020

Kisah Lagu “Bunga Kehidupan” Ciptaan Ian Antono & Iwan Fals


Kisah lagu “Bunga Kehidupan” ciptaan Ian Antono & Iwan Fals

Duka bencana alam gempa bumi dan tsunami di Banyuwangi pada 3 Juni 1994 begitu menyentuh nurani kesenimanan Ian Antono.

“Lex, ayo besok ikut ke rumah Iwan Fals, minta buatkan lirik lagu tentang gempa bumi dan tsumani di Banyuwangi,” ajak Ian Antono.
Keesokan hari, saya, mas Ian, mbak Titiek dan Franky Sahilatua, ke rumah Iwan Fals di Puncak.
Niat bikin lagu tentang bencana alam inipun disambut Iwan Fals. Sambil main gitar, mas Ian mengalirkan nada-nada yang kemudian direspon oleh Iwan dalam bentuk lirik lagu. Dalam hitungan menit, jadilah lirik lagu “Bunga Kehidupan”.
Sudah tentu moment ini tidak aku lewatkan mengambil beberapa kali jepretan foto, yang kemudian diminta oleh Hadi Sunyoto produser HP Record untuk dijadikan kover album yang desainnya dikerjakan Dik Doang.

Jumat, 13 Maret 2020

Gitar Keramat Ian Antono

Ian Antono (foto Alex Palit)

Gitar keramat Ian Antono...
Gitar ini jarang sekali dikeluarin... kalaupun dikeluarin biasanya hari-hari tertentu... 
atau dikeluarin saat mas Ian lagi mood bikin lagu yang penuh kontempatif...
Gitar ini ada khodamnya... kalau gak percaya silahkan terawang dengan 'mata batin'...!!!

Log Zhelebour, Festival Rock dan Anugerah Bakti Musik Indonesia 2020

Anugerah Bakti Musik Indonesia 2020 (foto dok Tribunnwes.com)

 Log Zhelebour, Festival Rock dan Anugerah Bhakti Musik Indonesia

Log Zhelebour memang musisi, penyanyi atau pencipta lagu. Ia hanyalah seorang promotor showbiz musik dan produser musik spesialis rock berbenderakan Logiss Record. Tapi publik musik – khususnya publik rock Indonesia – tahu bakti, pengabdian dan dedikasinya yang ia lakukan demi perkembangan dan kemajuan musik rock Indonesia.
Karena bicara musik rock di Indonesia dalam kurun waktu 1984 hingga 2004, pastinya amatan kita tidak lepas dari sebuah event musik yang dipromotori Log Zhelebour, yaitu Festival Rock se-Indonesia.
Dalam sepuluh kali gelaran (1984 - 2004), festival ini bukan saja menjadi wadah bagi grup band rock untuk aktualisasikan diri dalam sebuah ajang festival musik berskala nasional. Dari ajang ini pula muncul nama-nama grup band, musisi, dan penyanyi rock yang kemudian ikut mewarnai musik Indonesia. Keberadaan “Festival Rock se-Indonesia” inipun kini terpancang sebagai sebuah tonggak sejarah musik rock Indonesia. 
Bahkan dari nama grup band yang dapat Anugerah Bhakti Musik Indonesia 2020 yaitu God Bless, sejarahnya juga tak lepas dari sosok Log Zhelebour yaitu ikut membidani album grup rock legendaris ini; Semut Hitam (1988), Raksasa (1989) dan Apa Kabar (1997).
Saya tidak tahu apakah kriteria penobatan “Anugerah Bhakti Musik Indonesia” ini hanya diberikan kepada artis penyanyi pencipta lagu dan pemusik, sementara promotor, produser musik atau industri rekaman yang sejatinya juga ikut andil dan memberi kontribusi dalam gebyar semarak musik Indonesia tidak masuk didalamnya?
Dan terlepas dari semua itu, buku sejarah “Festival Rock se-Indonesia – Log Zhelebour ini tak lebih hanyalah bentuk apresiasi anugerah “Forum Apresiasi Musik Indonesia” (Formasi) terhadap bakti musik Log Zhelebour terhadap musik Indonesia, khususnya musik rock Indonesia.
Sudah tentu dengan satu harapan, semoga kehadiran buku ini menambah referensi katalog musik Indonesia, khususnya sejarah musik rock Indonesia.

Alex Palit, jurnalis, penulis buku “Rock Humanisme God Bless and You” penerbit Elex Media Komputindo (2017), pendiri Forum Apresiasi Musik Indonesia (Formasi).

Rabu, 04 Maret 2020

Formasi Sambut Hari Musik Nasional Luncurkan Buku Sejarah “Festival Rock se-Indonesia” – Log Zhelebour


Forum Apresiasi Musik Indonesia (Formasi)
Sambut Hari Musik Nasional Luncurkan Buku Sejarah
“Festival Rock se-Indonesia” – Log Zhelebour

Bicara musik rock di Indonesia dalam kurun waktu 1984 hingga 2004, pastinya amatan kita tidak lepas dari sebuah event musik yang dipromotori Log Zhelebour, yaitu Festival Rock se-Indonesia.
Dalam sepuluh kali gelaran (1984 - 2004), festival ini bukan saja menjadi wadah bagi grup band rock untuk aktualisasikan diri dalam sebuah ajang festival musik berskala nasional. Dari ajang ini pula muncul nama-nama grup band, musisi, dan penyanyi rock yang kemudian ikut mewarnai musik Indonesia. Keberadaan Festival Rock se-Indonesia inipun kini terpancang sebagai sebuah tonggak sejarah musik rock Indonesia. 
Sebagai jurnalis yang pernah mengikuti perjalanan festival rock yang digelar Log Zhelebour, sayang rasanya kalau tidak dibukukam. Apalagi hingga kini belum ada buku yang menuliskan sejarah festival rock ini.
Pada intinya sejarah itu sendiri bukanlah sekadar serakan kepingan-kepingan artefak. Ia adalah rangkaian kisah yang bercerita tentang sesuatu hal yang terkait didalamnya.
Begitu hal dengan sejarah Festival Rock se-Indonesia, ia bukanlah sekadar serakan bangunan panggung showbiz, performance grup band atau diskografi rilisan album 10 finalis festival, justru dibalik semua itu banyak menyimpan rangkaian kisah didalamnya yang perlu didokumentasikan dalam sebuah cerita yang utuh, buku.
Sebagai apresiasi bertepatan dalam rangka menyambut “Hari Musik Nasional” – 9 Maret 2020, Forum Apresiasi Musik Indonesia (Formasi) akan meluncurkan buku “Festival Rock se-Indonesia” – Log Zhelebour.
Buku yang diterbitkan oleh Forum Apresiasi Musik Indonesia, berukuran 19 x 13 cm, 170 halaman, dicetak limited edition dalam format digital printing dijual Rp. 120 ribu secara online.
Sudah tentu dengan satu harapan, semoga kehadiran buku ini menambah referensi katalog musik Indonesia, khususnya sejarah musik rock Indonesia.


Alex Palit, jurnalis, penulis buku “Rock Humanisme God Bless and You” penerbit Elex Media Komputindo (2017), pendiri Forum Apresiasi Musik Indonesia (Formasi).

Selasa, 03 Maret 2020

Sambut “Hari Musik Nasional” Luncurkan Buku Sejarah “Festival Rock se-Indonesia”

Kover buku "Festival Rock se-Indonesia" - Log Zhelebour

Bicara musik rock di Indonesia dalam kurun waktu 1984 hingga 2004, pastinya amatan kita tidak lepas dari sebuah event musik yang dipromotori Log Zhelebour, yaitu Festival Rock se-Indonesia.
Dalam sepuluh kali gelaran (1984 - 2004), festival ini bukan saja menjadi wadah bagi grup band rock untuk aktualisasikan diri dalam sebuah ajang festival musik berskala nasional. Dari ajang ini pula muncul nama-nama grup band, musisi, dan penyanyi rock yang kemudian ikut mewarnai musik Indonesia. Keberadaan Festival Rock se-Indonesia inipun kini terpancang sebagai sebuah tonggak sejarah musik rock Indonesia. 
Sebagai jurnalis yang pernah mengikuti perjalanan festival rock yang digelar Log Zhelebour, sayang rasanya kalau tidak dibukukam. Apalagi hingga kini belum ada buku yang menuliskan sejarah festival rock ini.

Senin, 13 Januari 2020

Salam Buat "Vokalis Rock Indonesia"



“Lex, kamu, aku masukkan ke WAG Vokalis Rock Indonesia” kata Ecky Lamoh, mantan vokalis grup rock Elpamas dan Edane. Siap, jawabku singkat, mantap. Dan saya pun senantiasa monitor, sekali-kali ikut komentar di WAG tersebut. Sebagai jurnalis penyuka musik, asyik juga VRI.
Tapi buat aku intinya bukan persoalan gabung di WAG VRI. Sebagai penyuka musik, khususnya rock, terus terang saya apresiatif dengan tiga untaian kata; vokalis, rock dan Indonesia. Karena tiga untaian kata ini secara termonologis punya muatan makna kata yang begitu gahar dan filosofis.
Kita sering dengar ucapan yang ditujukan kepada anggota DPR, bahwa sebagai wakil rakyat adalah vokalis, yaitu harus vokal menyuarakan kepentingan rakyat. Setidaknya begitu pula halnya dengan VRI, sebagai vokalis rock juga harus vokal menyuarakan kebenaran.
Kalau dalam dunia jurnalistik, ada istilah bahwa takdir seorang jurnalis harus berani menjadi wacthdog yaitu sebagai anjing penjaga yang bersikap kritis terhadap kekuasaan, atau siap menggonggong terhadap kepincangan sosial atau atas terjadinya dehumanisasi. Itu inti filosofi vokalis rock.