Cari Blog Ini

Rabu, 30 Agustus 2017

Gus Dur: Protesnya Musik Protes Budaya

Saat tampil sebagai pembicara di jumpa pers peluncuran album “Perahu Retak” – Franky Sahilatua (1996), KH Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur menegaskan bahwa musik bisa ditempatkan lebih terhormat dari sekadar sebagai hiburan. Melainkan juga bisa ditempatkan sebagai pilar kelima demokrasi yaitu sebagai kontrol sosial.
“Melalui peran kritisnya, musik juga dapat berfungsi berperan sebagai kontrol sosial,” ungkap Gus Dur. Fungsi kontrol ini sekaligus menjadi kritik seni untuk mengungkap beragam persoalan yang terjadi di masyarakat, seperti pelanggaran hak asasi, kepincangan sosial, ketidakadilan, kesewenang-wenangan atau penyalahgunaan kekuasaan. Semua ini bisa diangkat menjadi narasi, tema lagu atau nyanyian sebagai bentuk kepekaan, kepedulian dan tanggung jawab sosial sang seniman.

Kamis, 24 Agustus 2017

God Bless and You – Rock Humanisme: Sebuah Tinjauan Filosofis

Dalam kata pengantar buku, saya mengibaratkan grup rock legendaris God Bless sebagai sosok gajah, binatang berbadan dan berkaki besar, berkuping lebar bak kipas, berbelalai menjuntai, berekor mungil, bermata kecil sipit atau malah tertarik dengan gadingnya, tergantung kita merabanya. Dalam mengamati sesuatu masing-masing orang punya perspektif sudut padang dan sudut rasa.
Begitupun ketika ada yang ingin menuliskan sosok God Bless, bisa dari sisi biografisnya, diskografis album, biografis personil musisi, atau dalam perspektif lainnya sesuai selera sudut pandang dan rasa.
Berangkat dari pemikiran tersebut, penulis berkesimpulan banyak sisi- sisi menarik dari sejarah God Bless yang bisa diangkat, tidak lagi harus terjebak pada sisi biografi. Karena bagaimanapun juga sebuah penulisan buku apakah itu sejarah, biografi atau lainnya pastilah penulisnya punya sudut pandang dan cara pandang masing-masing baik dalam memahami bahasan, penggambaran dan interpretasi, meski yang disorot sama.

Kamis, 10 Agustus 2017

Elex Media Terbitkan Buku God Bless

            Setelah melewati penantian antrian sangat panjang dengan tertib sesuai nomor urut, akhirnya penerbit PT Elex Media Komputindo menerbitkan buku “Rock Humanisme – God Bless and You”, yang dijadwalkan pada akhir Agustus sudah ada dirak-rak toko buku kesayangan Anda, salah satunya yang pasti di TB Gramedia.
            Ini hanya sekedar woro-woro buat teman-teman yang masih sering menanyakan soal buku God Bless. Semoga dengan terbitnya buku ini juga sebagai jawaban atas cukup banyaknya inbox atau komentar di fesbuk saya menanyakan buku ini. Plong!
            Buku ini merupakan bentuk apresiasi saya kepada grup band bernama God Bless. Di tengah gelombang pasang surut perkembangan khususnya musik rock di tanah air, pencapaian usia 44 tahun bukanlah waktu pendek yang harus dilalui bagi sebuah grup band untuk tetap eksis dan tetap berkharisma.