Cari Blog Ini

Jumat, 16 Desember 2022

Toto Tewel Miber Bareng

Setelah 45 tahun berkiprah di musik, mulai bermain musik di gereja, keroncong, jazz dan malang-melintang di panggung rock, akhirnya Toto Tewel berhasil mewujudkan obsesi dan impiannya punya album solois instrumental yang diberi titel Miberdhewen (2018). Sebagaimana judulnya, Miberdhewen diambil dari bahasa Jawa berarti terbang sendiri yang mengartikan bahwa proses penggarapan album yang makan waktu sekitar dua tahun ini semuanya pengisian musiknya ia kerjakan sendiri. Sebelum gabung di Elpamas, pria kelahiran Malang – Jawa Timur, 1 Januari 1958, bernama Emmanuel Herry Hertoto atau yang kemudian lebih dikenal dengan nama Toto Tewel, sempat bergabung sebagai gitaris di sejumlah grup band diantaranya Q-Red, Ogle Eyes dan LCC Band. Sebagai gitaris rock, nama Toto Tewel semakin berkibar seiring reputasinya dengan secara tiga kali berturut-turut menyabet predikat the best guitarist di ajang Festival Rock se-Indonesia pada gelaran tahun 1984, 1985 dan 1986 yang dipromotori Log Zhelebour. Atas raihan prestasinya ini semakin mengorbitkan namanya bertengger dideretan atas gitaris rock Indonesia. Tak heran bila namanya kemudian disebut-sebut sebagai salah satu gitaris rock terbaik Indonesia. Selain di Elpamas yang sudah merilis enam album; Untukmu Generasiku (1989), Tato (1991), Bos (Bukan Orang Sinting (1993), Negeriku (1997), Dongeng (2000) dan 60Km/Jam (2003). Ia juga bergabung memperkuat kelompok musik Swami, Dalbo, Sirkus Barock, Kantata Takwa dan Iwan Fals Band. Ia juga banyak membantu mengisi gitar dalam proyek album rekaman sejumlah artis, diantaranya Bangkit Sanjaya, Ikang Fawzi, Anggun C Sasmi, Yossie Lucky, Ita Purnamasari, Sawung Jabo, dan Mel Shandy & Metal Boyz yang terdiri dari Toto Tewel (gitar), Didieth Sakhsana (bas), Ian Hay (dram), Edi Darome (kibor), melahirkan album bertitel Ngeri. Dalam kiprah bermusiknya Toto Tewel juga membuktikan kemampuannya sebagai aranjer, diantaranya menggarap lagu Bila Engkau Izinkan (Hengky Supit) di proyek album keroyokan 10 Ten Rock Vocalist produksi Logiss Records (1995), Misteri Cinta dan Warning! Global Warning album solo Setiawan Djody. Ia dipercaya menggarap musik album Perahu Retak (1996) kolaborasi Franky Sahilatua dan budayawan Emha Ainun Nadjib sebagai penulis lirik lagu. Bahkan ketika dipercaya sebagai aranjer single lagu Menangis-nya Franky Sahilatua (1999), ia mendapat pujian yang menyebut bahwa lagu ini sebagai master piece Toto Tewel dalam menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang aranjer dan gitaris berskill tinggi. Pada 10 & 11 Desember lalu, bertempat di Nard Rock Cafe di area Prambanan, Klaten – Jawa Tengah, kolaborasi Toto Tewel & Friends mengawali debutnya miber bareng. Bermarkas di jalan Daksinapati Raya No.6A (di belakang UNJ Jakarta), sekaligus lokasi warung Asem-Asem Koko Tewel, sebagai base camp bermusiknya, miber bareng Toto Tewel.

Kamis, 08 Desember 2022

Hengky Supit dan The Tunning Band Tampil di Indofest 2022 Amsterdam

The Tuning Band, dengan formasi personil Hengky Supit (vokal, gitar), Didiek Sucahyo (bas), Reza Rahman (gitar), Novi Dijk (vocal, kibor), dan Andra ( drum), akan tampil di ajang pesta rakyat Indofest 2022, Amsterdam – Belanda, 11 Desember 2022. Sebelumnya The Tunning Band juga sempat manggung di kafe “Maloe Melo” Amsterdan, 8 Juli lalu. “Di Indofest nanti kita akan membawakan kover lagu Indonesia, seperti lagunya Koes Plus dan kover lagu klasik rock n’ roll. Menyesuaikan selera musik orang Indonesia di Belanda,” ungkap the best vocalist – Festival Rock se-Indonesia VI (1991). Tentang grup band bentukannya, Hengky lebih memilih merekrut musisi berdarah “Indo – Belanda” yang berdomisili di negeri Kincir Angin. Awal terbentuk The Tuning Band berformasikan trio Hengky Supit (vokal & gitar), Prima Asmara (bas) dan Jaap Lubbers (vokal & dram). Trio ini sempat manggung di beberapa kafe di Amsterdam. Dalam perjalanannya grup band ini sempat mengalami perubahan formasi. Setelah cukup lama vakum, The Tuning Band kembali bangkit dengan formasi baru, antara lain dengan mengajak Didiek Sucahyo, pembetot bas Elpamas yang kini juga berdomisili Belanda. Ditambahkan oleh pelantun lagu Bila Engkau Izinka, saat ini The Tunning Band sedang menyiapkan penggarapan rekaman album. “Mohon doanya, semoga semuanya berjalan lancar,” ujarnya dalam sebuah obrolan di WA.

Senin, 05 Desember 2022

Toto Tewel Buka Warung Asem-Asem Koko Tewel

Sebelum gabung di Elpamas, pria kelahiran Malang – Jawa Timur, 1 Januari 1958, bernama Emmanuel Herry Hertoto atau yang kemudian lebih dikenal dengan nama Toto Tewel, sempat bergabung sebagai gitaris di sejumlah grup band diantaranya Q-Red, Ogle Eyes dan LCC Band. Sebagai gitaris rock, nama Toto Tewel semakin berkibar seiring reputasinya dengan secara tiga kali berturut-turut menyabet predikat the best guitarist di ajang Festival Rock se-Indonesia pada gelaran tahun 1984, 1985 dan 1986 yang dipromotori Log Zhelebour. Atas raihan prestasinya ini semakin mengorbitkan namanya bertengger dideretan atas gitaris rock Indonesia. Tak heran bila namanya kemudian disebut-sebut sebagai salah satu gitaris rock terbaik Indonesia. Selain tetap setia berada di Elpamas, ia juga bergabung memperkuat kelompok musik Swami, Dalbo, Sirkus Barock, dan Kantata Takwa yang didalamnya ada nama-nama besar seperti Setiawan Djody, Iwan Fals, Jockie Soeryoprayogo, Sawung Jabo dan WS Rendra. “Di situ (Kantata Takwa) aku khan cuma prajurit,” kata gitaris rock yang punya massa penggemar tersendiri, merendah. Ia juga banyak membantu mengisi gitar dalam proyek album rekaman sejumlah artis, diantaranya Bangkit Sanjaya, Ikang Fawzi, Anggun C Sasmi, Yossie Lucky, Ita Purnamasari, Sawung Jabo, dan Mel Shandy & Metal Boyz yang terdiri dari Toto Tewel (gitar), Didieth Sakhsana (bas), Ian Hay (dram), Edi Darome (kibor), melahirkan album bertitel Ngeri. Selain mengisi gitar di sejumlah proyek album rekaman, dalam kiprah bermusiknya Toto Tewel juga membuktikan kemampuannya sebagai aranjer, diantaranya menggarap lagu Bila Engkau Izinkan (Hengky Supit) di proyek album keroyokan 10 Ten Rock Vocalist produksi Logiss Records (1995), Misteri Cinta dan Warning! Global Warning album solo Setiawan Djody. Toto dipercaya menggarap musik album Perahu Retak (1996) kolaborasi Franky Sahilatua dan budayawan Emha Ainun Nadjib sebagai penulis lirik lagu. Bahkan ketika dipercaya sebagai aranjer single lagu Menangis-nya Franky Sahilatua (1999), ia mendapat pujian yang menyebut bahwa lagu ini sebagai master piece Toto Tewel dalam menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang aranjer dan gitaris berskill tinggi. Sementara dengan Elpamas merilis enam album; Untukmu Generasiku (1989), Tato (1991), Bos (Bukan Orang Sinting (1993), Negeriku (1997), Dongeng (2000) dan 60Km/Jam (20030. Setelah 45 tahun menggeluti musik, mulai bermain musik di gereja, keroncong, jazz dan malang-melintang di panggung rock, akhirnya Toto Tewel berhasil mewujudkan obsesi dan impiannya punya album solois instrumental yang diberi titel Miberdhewen. Di pengujung tahun 2022, tepatnya 3 Desember kemarin, bersama rekannya, Fitriansyah Pipit membuka Warung Asem-Asem Koko Tewel, berlokasi di jalan Daksinapati Raya No.6A (di belakang UNJ Jakarta). Ketika disinggung soal warungnya, Toto melempar ke Pipit. “Aku hanya wayangnya, dia dalangnya,” ujarnya. “Kita menyiapkan warung ini sekitar 3 bulan, alhamdullilah akhirnya terwujud juga,” ungkap Pipit karyawan sebuah bank swasta yang juga dikenal sebagai vokalis rock. Menu utama warung ini yaitu asem-asem daging, ikan bandeng dan ikan patin, sambungnya. Ditambahkan, semua menu masakan ini dikelola oleh Helena, seorang pengusaha, pencinta klasik rock, yang kini juga merangkap sebagai manager Toto Tewel. Menurut Pipit, dengan dibukanya Warung Asem-Asem Koko Tewel ini tidak saja menjadi tempat kuliner, sekaligus menjadi ruang apresiasi bermusik bagi musisi untuk mengekspresikan karyanya. Selamat atas dibukanya “Warung Asem-Asem Koko Tewel”, miber bareng Toto Tewel.