Keindahan musik bukan hanya terletak
pada permainan harmonisasi nada, melodi, dan lirik, melainkan pada dialektika
bunyi. Pada dialektika bunyi inilah artikulasi sebuah lagu memancarkan makna
dan auranya.
Dalam wacana seni realisme, keindahan
bunyi pada bahasa musik tidak sekadar bermakna
ungkapan simbolik, tetapi juga merepresentasikan sebuah narasi atas realitas
sosial yang biasanya selalu dikaitkan dengan pokok-pokok persoalan humanisme
(kemanusiaan).
Musik sebagai media komunikasi tidak ada
bedanya dengan bahasa, yaitu suatu artikulasi bunyi yang bermakna lebih dari
sekadar instrumentasi bunyi yang di dalamnya dapat mengungkapkan pesan-pesan,
gagasan-gagasan, atau bahkan berupa pernyataan sikap yang di dalamnya dapat
bersifat kemanusiaan, sosial, politik, dan budaya.

